Mobil Peugeot Lawas Mulai Rp 20 Jutaan, Ini Rincian Biaya Perbaikannya

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bengkel spesialis Peugeot Kamil Motor di Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Bengkel spesialis Peugeot Kamil Motor di Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Peugeot 206, 306, 406, dan 307 masih cukup dicari lantaran harga bekas yang tergolong murah di pasaran. Biaya perbaikan jadi hal berikutnya yang perlu dihitung calon pemilik sebelum menebus mobil tersebut.

Kamil, pemilik bengkel spesialis Peugeot Kamil Motor, mengatakan bahwa ongkos servis keempat model itu memang lebih tinggi dibanding mobil Jepang. Besaran biaya bergerak mengikuti tipe mobil beserta bagian yang bermasalah.

"Sebenarnya umumnya mobil tua saja, usianya kan lebih dari 20 tahun, paling itu bagian kaki-kaki. Model 206 paling sering datang ke sini, itu penyakit di elektrik, panel instrumen suka ngaco. ECU juga sering mati," ujarnya saat ditemui kumparan di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Senin (12/10).

Peugeot 206. Foto: Dok. Car Hub Brazil

Peugeot 206

Ia bilang, perangkat kelistrikan pada 206 memakan biaya yang lebih besar. Perbaikan panel instrumen berada di kisaran Rp 1-2 jutaan, sedangkan penggantian ECU dengan barang copotan dari Singapura menyentuh Rp 3-4 jutaan.

Perbaikan kaki-kaki belakang pada 206 berada di kisaran Rp 2,5 juta sampai Rp 3 jutaan. Batang torsi pada model tersebut menuntut penggantian laher, termasuk jasa proses bubut sekitar Rp 1 jutaan. Kamil menuturkan, kerusakan di bagian depan umumnya terjadi pada lower arm dengan biaya perbaikan di angka Rp 1 jutaan.

Peugeot 306. Foto: Dok. Wikimedia Common

Peugeot 306

"306 masih sama di bagian elektrik. Blok mesin juga suka korosi terus pecah. Kaki-kaki bagian depan itu ball joint yang sering, untuk belakangnya dia sama kayak 206 pakai torsi, harga servis otomatis sama," jelasnya.

Menurutnya, secara perawatan model 306 lebih murah daripada 206 musabab bagian kaki-kaki bisa diganti secara satuan. Harganya sekitar Rp 250 ribu untuk ball joint dan Rp 350-400 ribu untuk bushing arm.

Kamil menyampaikan, model 360 turut memiliki kelemahan di bagian dasbor yang sering rontok. Perbaikannya menuntut penggantian keseluruhan di angka Rp 3 jutaan. Namun, ketersediaan dasbor Peugeot 360 dalam kondisi baru di pasaran kini sudah sangat langka.

Peugeot 406. Foto: Dok. Wikimedia Common

Peugeot 406

"Kalau 406 tergolong paling kuat karena blok mesin pakai besi cor. Penyakitnya ringan saja seperti extra fan mati. Itu kan nggak terlalu mahal, kecuali motor fan rusak, harganya bisa Rp 2,6 jutaan," terang pria eks Technical Advisor Astra Peugeot Cilandak pada tahun 1992-2004 itu.

Adapun, barang copotan untuk motor fan masih cukup mudah ditemukan dengan banderol sekitar Rp 1 jutaan. Sementara sektor kaki-kaki, Kamil bilang model 406 serupa dengan 306 yang bila rusak bisa diganti secara satuan.

Peugeot 307. Foto: Dok. Auto Ru

Peugeot 307

Biaya kerusakan paling tinggi muncul pada 307 yang memakai power steering elektrik. Kamil mengatakan, pompa baru untuk perangkat tersebut dibanderol Rp 14 juta dengan ketersediaan barang yang tidak menentu.

“Power steering rusak masih bisa diakalin, kami ubah pakai hidrolik biasa, itu kisaran Rp 3-4 juta. Modul ABS 307 juga sering rusak dan harus ganti, paling cari copotan karena barang sudah susah, harganya sama kayak power steering,” ucapnya.

Bengkel spesialis Peugeot Kamil Motor di Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Servis Rutin dan Servis Besar

Bicara biaya servis rutin, Kamil mengungkapkan keempat model besutan Eropa tersebut justru setara mobil Jepang. Penggantian oli, busi, beserta filter berada di kisaran Rp 1-2 juta, lalu timing belt beserta laher menambah sekitar Rp 1,5 juta bila perlu diganti.

“Sama saja mobil Jepang, sama Toyota sama, sama Innova sama. Waktu ganti timing belt juga sama, 30 ribu kilometer. Komponen fast moving juga banyak yang sama kayak mobil Jepang,” tutur Kamil.

Ia menyebutkan, biaya servis besar untuk mobil Peugeot yang lama tidak terawat berada di kisaran Rp 6-10 juta. Turun mesin pada transmisi matik menelan biaya Rp 10-15 juta dengan penggantian komponen yang dipilih sesuai kerusakan.

Di sisi lain, Kami mengingatkan seluruh angka tersebut perlu disandingkan dengan harga mobil yang beredar di pasaran. Peugeot lawas mulai dijual di kisaran Rp 20-50 jutaan ke atas. Unit yang termurah justru berpeluang menelan biaya perbaikan yang bahkan bisa melebihi harga beli.