Model Mobil Listrik Bekas di Bawah Rp 200 Juta, Dapat Apa?

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mobil Wuling New Binguo EV ditampilkan saat Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (24/7/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mobil Wuling New Binguo EV ditampilkan saat Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (24/7/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Pilihan mobil listrik bekas dengan harga di bawah Rp 200 juta kini semakin beragam di pasar Indonesia. Model entry level, dengan ukuran lebih besar mulai masuk ke rentang harga tersebut.

Penggawa lapak di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Peter, menyebut salah satu opsi yang mulai banyak dilirik adalah Wuling BinguoEV. Model ini menawarkan dimensi lebih besar dibanding EV di kelasnya.

Warna pastel mobil listrik Wuling BinguoEV. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

“Di bawah Rp 200 jutaan itu ada Wuling BinguoEV, yang tahun 2024 sekitar Rp 190 jutaan sekarang,” ujar Peter saat dihubungi kumparan, Jumat (8/5/2026).

Harga tersebut membuat BinguoEV menjadi alternatif menarik bagi konsumen yang ingin naik kelas dari mobil listrik kecil. Dengan desain hatchback dan kabin lebih luas, model ini dinilai lebih fleksibel untuk penggunaan harian.

Media Test Drive BYD Atto 1 Semarang-Solo-Yogyakarta, Rabu (13/8/2025). Foto: dok. BYD Motor Indonesia

Selain Wuling, nama BYD Atto 1 juga mulai banyak dicari di pasar. Namun, unit bekasnya masih cukup jarang ditemukan dibanding model lain di kelasnya.

“BYD Atto 1 yang tipe standar kita enggak pernah dapat. Mungkin di barunya dia jarang jual, jadi belum pernah dapat,” kata Peter.

Ia menjelaskan, mayoritas unit yang beredar di pasar justru varian dengan spesifikasi lebih tinggi. Hal ini karena selisih harga dengan tipe standar tidak terlalu jauh saat kondisi baru.

Media Test Drive BYD Atto 1 dengan rute Semarang-Solo-Yogyakarta, Rabu (13/8/2025). Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

“Kayaknya sih lebih banyak yang tipe premium karena selisih harganya juga kan sedikit,” ucapnya.

Menariknya, harga bekas BYD Atto 1 tidak mengalami penurunan signifikan. Hal ini dipengaruhi oleh ketersediaan unit yang masih terbatas di pasar mobil bekas.

“Tapi BYD Atto 1 kalau ada yang bekas harganya beda Rp 10 juta dibandingkan model barunya,” jelasnya.

Sebagai gambaran, untuk varian dengan harga baru di bawah Rp 200 juta, selisih harga bekasnya hanya sekitar Rp 10 jutaan. Ini membuat depresiasi mobil listrik tertentu masih relatif kecil.

Test drive BYD Atto 1 rute Semarang-Solo-Yogya pada Rabu (13/8/2025). Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

“Jadi kalau barunya tipe bawah Rp 199 juta, bekasnya sekitar Rp 189 jutaan. Karena stok bekasnya juga masih jarang untuk BYD Atto 1,” katanya.

Menurut Peter, tingginya permintaan juga menjadi faktor lain yang menahan harga tetap tinggi. Model ini bahkan disebut memiliki daya tarik layaknya mobil LCGC populer di pasar konvensional.

“Karena memang barang laku kalau BYD Atto 1. Sama kayak pengganti Honda Brio, mobil ini jadi banyak yang cari,” tutupnya.

Mobil bekas di WTC Mangga Dua. Foto: Fitra Andrianto/kumparan