Modifikasi Mobil Ceper 'Sopan' Mulai Rp 500 Ribuan, Mau Coba?

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi modifikasi mobil ceper. Foto: Dok. Auto Society
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi modifikasi mobil ceper. Foto: Dok. Auto Society

Tren modifikasi mobil ceper masih diminati, tetapi kini tidak lagi identik dengan tampilan ekstrem yang membuat fitment rapat. Pemilik mobil justru mulai mencari setelan kaki-kaki yang membuat bodi lebih rendah tanpa mengorbankan kenyamanan saat digunakan sehari-hari.

Midun, pemilik Bengkel Jaya Spring, mengatakan bahwa tren mobil ceper saat ini memang tidak seramai dulu. Bengkel yang sudah berdiri sejak 2002 itu melihat konsumen kini lebih banyak memilih setelan yang tetap nyaman untuk penggunaan harian.

"Sekarang banyak yang datang untuk ceperin dan nyaman, ya bahasanya ceper-ceper tapi sopan lah ya. Mulai tahun 2010 ke atas sudah berkurang tren ceper ekstrem," kata dia saat ditemui kumparan di Gandaria, Jakarta Selatan, Jumat (21/8).

Modifikasi ceper di bengkel Jaya Spring, Gandaria, Jakarta Selatan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Ia menuturkan, kini lebih banyak konsumen yang datang untuk membuat mobil bergaya SUV atau sedan tampil lebih ceper, seperti Toyota Fortuner dan BMW F30. Menurutnya, tren tersebut cenderung berubah-ubah mengikuti musim, dalam beberapa waktu ke depan model yang datang bisa berbeda.

Menyoal modifikasi ceper dan nyaman, Midun bilang bengkelnya memiliki kriteria sendiri. Mekanik akan bertanya lebih dulu kebutuhan konsumen guna menentukan tingkat kerendahan yang sesuai, misalnya untuk kebutuhan harian, keluarga, sampai ajang balap.

"Kami tanya dulu kebutuhannya buat apa supaya cepernya tidak menyusahkan. Untuk mobil sedan maksimal sisa satu jari. Kalau SUV, seperti Toyota Innova dan Fortuner itu dua setengah sampai tiga jari lah ya, nyamannya segitu," jelas pria yang sudah menekuni bidang suspensi mobil salama 24 tahun itu.

Proses pemotongan per di bengkel Jaya Spring, Gandaria, Jakarta Selatan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Midun bilang, modifikasi ceper dan nyaman juga menyesuaikan dengan biaya dari konsumen. Ia sendiri lebih merekomendasikan kustom bagian per daripada penggunaan lowering kit, lowering spring, atau coilover.

Adapun, proses kustom meliputi ubahan pada bagian per dan shockbreaker bawaan pabrik. Bagian per akan menentukan tingkat kelembutan kaki-kaki mobil, sementara penyesuaian shockbreaker dilakukan agar tidak mengganggu kinerja bagian per.

Midun bilang, per mobil yang dipotong tetap aman, hanya saja memang lebih keras sekitar 10 persen dari versi standar.

"Coilover itu awalnya didesain buat balap ya, karakternya lebih keras. Ada lagi sport kit yang lebih lembut, tapi nggak bisa disetel naik-turun. Lebih lembut lagi ya kustom karena bisa kami tentukan karakternya," terangnya.

Modifikasi kaki-kaki mobil Mercedes-Benz di bengkel Jaya Spring, Gandaria, Jakarta Selatan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Bicara harga, modifikasi ceper dan nyaman bisa dilakukan hanya dengan pemotongan bagian per, jasanya dikenakan biaya Rp 500-600 ribu tergantung jenis mobil. Sementara itu, untuk penggantian per kustom pada mobil MPV dibanderol mulai Rp 1,8 jutaan dan mobil sedan sekitar Rp 2 jutaan.

"Kami mengikuti budget konsumen. Kalau budget-nya rendah bisa potong bagian per standarnya, itu hanya jasa saja. Kalau uangnya ada lagi mau ganti yang kustom dan versi standar pabriknya disimpan juga bisa. Faktor yang nentuin mobil ceper tapi nyaman ya kualitas per-nya," pungkasnya.