Motor Injeksi Tetap Perlu Dipanaskan Sebelum Jalan, Ini Penjelasannya

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi memanaskan mesin sepeda motor. Foto: Sena Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi memanaskan mesin sepeda motor. Foto: Sena Pratama/kumparan

Setiap pagi, sebagian orang terbiasa menyalakan motor sebentar atau memanaskannya sebelum bepergian. Ternyata, kebiasaan ini masih relevan sampai sekarang dan punya sejumlah manfaat bagi mesin motor, tak terkecuali motor bermesin injeksi.

Service Advisor Yamaha Putera Ragunan, Ujet Sudrajat, menjelaskan motor generasi baru yang sudah injeksi masih perlu dipanaskan setiap pagi.

“Sebenarnya masih perlu, pas pagi saja, apalagi kalau motornya jarang dipakai. Kalau motor jarang dipakai, saat mesin dingin oli akan mengental dan sulit melumasi komponen-komponen secara merata,” buka Ujet kepada kumparan saat dihubungi belum lama ini.

Waktunya tak perlu lama, Ujet mengatakan waktu ideal bila pengendara ingin memanaskan motor cukup beberapa menit saja.

Aki motor di All New Yamaha NMax. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

“Idealnya sekitar 3 sampai 5 menit supaya tegangan aki tidak cepat drop karena aki tidak terisi arus bila motor jarang digunakan,” sambungnya.

Selain melumasi komponen mesin, memanaskan motor berfungsi dalam menjaga tegangan aki. Dengan durasi yang pas, alternator akan mengisi tegangan aki secara maksimal. Normalnya tegangan aki berada di kisaran 12,6 sampai 12,8 volt.

Lebih lanjut, Ujet membeberkan kebiasaan memanaskan motor yang sederhana ini nyatanya berdampak pada mesin. Apalagi bila didukung pengendara yang selalu melakukan servis rutin.

“Kinerja oli mesin lebih optimal bersirkulasi dengan baik melumasi secara merata ke seluruh mesin. Kalau umur mesin ya tergantung perawatan, kalau melakukan servis rutin dan penggantian olinya rutin, umur mesin awet,” jelasnya.

Praktiknya terlihat sepele, tapi pengendara tidak boleh asal memanaskan motor. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat memanaskan mesinnya. Lantas, bagaimana cara yang benar?

Ilustrasi mesin motor rusak. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Ujet menuturkan, ketika memanaskan motor cukup didiamkan saja tanpa perlu dipakai melaju atau diputar gasnya. Namun, tidak menutup kemungkinan kalau pengendara ingin memanaskan motor sambil mengaspal di jalanan.

“Didiamkan saja sudah cukup. Bisa aja (dipanaskan sembari melaju), itu tergantung pemilik motornya, mungkin sekalian cari sarapan atau cemilan ya silakan,” imbuh Ujet.

Artinya, opsi memanaskan motor kembali pada kebutuhan. Mau didiamkan atau langsung dipakai melaju ringan sama-sama tidak masalah. Dijelaskannya, pengendara harus menghindari hal-hal yang bisa merusak motor saat dipanaskan.

“Hindari memanaskan motor di tempat tertutup, menggeber gas tinggi, dan memanaskannya terlalu lama. Di tempat tertutup berbahaya bagi orang yang ada dalam ruangan karena menghirup zat yang berbahaya bagi kesehatan, sering menggeber terlalu tinggi dan memanaskan terlalu lama akan merusak komponen dalam mesin,” tutup Ujet.