Motor Listrik ION Mobility Bakal Diproduksi di Karawang, TKDN Capai 50 Persen

2 November 2022 18:47
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Motor listrik ION Mobility M1-S di IMOS 2022. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Motor listrik ION Mobility M1-S di IMOS 2022. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
ADVERTISEMENT
Indonesia mendapat investasi satu pabrikan motor listrik baru dari Singapura, ION Mobility. Perusahaan bukan cuma menjual produk roda dua setrum, melainkan juga akan membangun fasilitas produksi di Karawang, Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
Founder dan CEO ION Mobility James Chan, mengatakan Indonesia memiliki potensi yang besar. Apalagi pemerintah tengah mendorong penggunaan kendaraan elektrifikasi untuk mengejar target netral karbon 2060.
"Saya rasa Indonesia punya ambisi dan tujuan besar untuk itu. Saya juga senang berpartisipasi di pasar besar di Indonesia dan ini kesempatan besar, saya yakin ini waktunya membuat perubahan di Indonesia," ujar James di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (2/11).
Motor listrik ION Mobility M1-S di pameran IMOS 2022. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Motor listrik ION Mobility M1-S di pameran IMOS 2022. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Mengenai pengembangan bisnisnya, James mengatakan ION Mobility yang berdiri saat pandemi berhasil membuat prototipe motor listrik M1-S yang akan diproduksi di Indonesia.
"Setelah 27 bulan selama COVID-19 kami telah membuat full stack kontrol baterai dan siap membangun manufaktur di Karawang dengan tingkat konten lokal 50 persen. Kami berkomitmen selama COVID-19 dan pada akhirnya bisa menemukan kekuatan untuk membuat baterai dan BMS sendiri," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020

Kolaborasi dengan PLN

Penetrasinya di Indonesia dilakukan dengan kolaborasi bersama PLN. ION Mobility melalui anak perusahaannya PT Industri Ion Mobilitas menandatangani nota kesepahaman dengan PLN, untuk pengadaan infrastruktur pengisian daya motor listrik.
Dalam kemitraan tersebut, pabrikan akan membangun 100 unit Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) di Jakarta, kemudian berlanjut di kota lain sesuai dengan pertumbuhan dan kebutuhan pasar. Bukan cuma itu, ION Mobility juga akan mengembangkan aplikasi khusus pencarian SPLU yang jumlahnya 6.500 unit di seluruh Indonesia.
Motor listrik ION Mobility M1-S di IMOS 2022. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Motor listrik ION Mobility M1-S di IMOS 2022. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
"Pasar Anda (ION Mobility) adalah produk kami, ketika penjualan motor listrik banyak maka konsumsi listrik semakin besar, kami akan lakukan yang terbaik supaya ION Mobility bisa sukses di Jakarta dan seluruh Indonesia," sambung Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo.
ADVERTISEMENT
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang juga hadir dalam seremoni itu juga mengatakan, transformasi penggunaan ICE ke elektrik tidak bisa diserahkan sepenuhnya ke pasar, tapi pemerintah juga harus memainkan peranan penting.
"Transformasi harus lebih cepat karena banyak sekali pertimbangan termasuk komitmen Indonesia sebagai komunitas dunia dengan kewajiban menurunkan emisi karbon, kedua kita punya kekayaan alam memadai untuk membangun industri otomotif berbasis listrik," imbuhnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020