Motor Listrik Kian Diminati, Penjualannya Naik Drastis Dibanding Tahun Lalu

11 Juli 2024 10:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pengunjung melihat-lihat motor listrik di Pameran Motor Listrik & Ekosistem Inabuyer EV Expo 2023 di Gedung Smesco, Jakarta, Rabu (29/11/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjung melihat-lihat motor listrik di Pameran Motor Listrik & Ekosistem Inabuyer EV Expo 2023 di Gedung Smesco, Jakarta, Rabu (29/11/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Distribusi motor listrik subsidi mengalami lonjakan pada semester pertama tahun 2024. Menilik laman Sistem Informasi Bantuan Pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Roda Dua atau Sisapira per 9 Juli, jumlah yang sudah tersalurkan sebanyak 24.042 unit.
ADVERTISEMENT
Ini naik 107,9 persen dibanding perolehan pada pertengahan bulan Mei kemarin yang totalnya 11.563 unit. Mirip bila dibandingkan dengan data distribusi sepanjang tahun 2023 yang hanya mampu terdistribusi sebanyak 11.532 unit atau beda 108,4 persen.
Rinciannya, angka yang tersalurkan tadi ditambah 15.088 unit masih dalam proses pendaftaran dan 720 telah terverifikasi. Jadi, total motor listrik subsidi yang sudah terjual tahun ini jumlahnya mencapai 39.850 unit dari kuota yang disediakan sebanyak 50.000 unit.
Menurut Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setiyadi, ada beberapa faktor yang menyebabkan penyaluran motor subsidi motor listrik meningkat. Salah satunya adalah pengetahuan masyarakat soal kendaraan setrum itu.
Pengunjung melihat-lihat motor listrik di Pameran Motor Listrik & Ekosistem Inabuyer EV Expo 2023 di Gedung Smesco, Jakarta, Rabu (29/11/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
"Iya, kalau menurut saya sekarang ini terkait penyebaran kendaraan listrik meliput motor listrik, mobil listrik, termasuk sepeda listrik sudah semakin banyak," kata Budi dihubungi kumparan, Selasa (9/7/2024).
ADVERTISEMENT
Dirinya menyebut, hal lainnya seperti menjamurnya sepeda listrik ke masyarakat umum turut membantu pengenalan kendaraan listrik lebih luas. Budi bilang, penetrasi kendaraan elektrik terjangkau sudah masuk ke daerah hingga perkampungan.
"Dari sepeda listrik, masyarakat mulai mengenal kemudahannya, kepraktisannya, perawatannya dan motor listrik pastinya juga sama, kan. Jadi semakin banyak orang yang tahu," jelasnya.
"Mungkin awalnya di suatu daerah ada yang beli satu, kemudian tetangga atau kerabatnya melihat sampai coba-coba. Di situ pasti ada pengaruh," papar Budi.
Anak-anak bermain sepeda listrik di Ciledug, Cirebon Foto: Rizki Fajar Novanto/kumparan
Melihat performa penjualan motor listrik subsidi saat ini, Budi berharap kuota 50 ribu unit yang disediakan oleh pemerintah untuk tahun ini bisa segera ludes secepatnya. Ia berharap, jika itu terjadi pemerintah bisa kembali mempertimbangkan untuk menambah kuota subsidi.
ADVERTISEMENT
"Tapi harapan saya, apabila penjualan nantinya sudah menyentuh angka 45 ribu unit, mudah-mudahan Kementerian Perindustrian akan menambah kuotanya lagi," katanya.
Sebelumnya melihat penyerapan motor listrik yang kurang maksimal pada 2023, Menteri Perindustrian mengurangi kuota motor listrik dengan potongan Rp 7 juta pada 2024. Dari awalnya 600 ribu unit menjadi 50 ribu unit.
Aismoli kata Budi kini tengah fokus untuk meningkatkan penjualan motor listrik subsidi dengan berbagai strategi. Misalnya, memanfaatkan momen gelaran acara seperti Jakarta Fair seperti yang sedang berjalan atau GIIAS 2024 pertengahan Juli mendatang.
"Kita harapkan jika sejauh ini sudah 39 ribu unit (terjual) bulan Juni sudah enam bulan, maka kita optimistis kuota yang hanya 50 ribu unit pasti bisa terlampaui," pungkas Budi.
ADVERTISEMENT
***