Motor Listrik Makin Ramai, AHM Siapkan Jaringan Servis hingga Daur Ulang Baterai

PT Astra Honda Motor (AHM) coba memperluas ekosistem motor listrik tak hanya dari sisi produk. Jaringan penjualan, bengkel, fasilitas pengisian daya, sampai pengelolaan baterai disiapkan untuk mendukung penggunaan motor listrik Honda di Indonesia.
Marketing Director PT AHM Octavianus Dwi mengatakan, salah satu tantangan penggunaan motor listrik adalah memastikan konsumen tetap mudah mendapatkan layanan setelah membeli kendaraan.
Karena itu, Honda mengandalkan jaringan yang sudah dimilikinya. Saat ini terdapat lebih dari 1.700 jaringan penjualan Honda yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Sementara untuk layanan purnajual, AHM memiliki lebih dari 3.000 jaringan bengkel resmi. Jaringan tersebut juga didukung layanan emergency assistance.
"Kesiapan ekosistem bukan hanya jaringan penjualan, saat ini mungkin jaringan penjualan EV AHM paling luas karena sudah menjangkau hampir seluruh Indonesia. Pelayanan konsumen jadi bagian penting yang kami siapkan," ujar Octavianus dalam sesi Astra Media Day di Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (23/9).
Menurut dia, ketersediaan layanan purnajual menjadi salah satu hal yang perlu disiapkan seiring berkembangnya penggunaan motor listrik.
Pilihan isi daya motor listrik Honda
Selain bengkel, Honda juga menyiapkan beberapa pilihan untuk mengisi energi motor listrik. Metodenya menyesuaikan jenis produk dan sistem baterai yang digunakan.
"Kami ada pilihan, konsumen bisa ngecas di rumah atau melakukan penukaran baterai. Itu yang kami bangun," katanya.
Pada model tertentu, pengisian daya bisa dilakukan langsung melalui motor. Ada pula sistem dengan baterai yang dapat dilepas dan ditukar.
Honda juga menyiapkan portable charger untuk baterai yang dapat digunakan konsumen. Fasilitas pendukung pengisian daya tersebut sudah tersedia di jaringan diler Honda.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya AHM membuat penggunaan motor listrik tidak hanya bergantung pada keberadaan stasiun pengisian daya publik.
Baterai bekas juga disiapkan pengelolaannya
Persoalan lain yang muncul seiring bertambahnya penggunaan motor listrik adalah pengelolaan baterai ketika sudah tidak lagi digunakan.
AHM mengatakan telah menyiapkan skema pengelolaan baterai bekas melalui konsep recharge, reuse, dan recycle.
"Kami punya tanggung jawab untuk limbah, recycle baterai tinggi kontaminasi. Kami bekerja sama dengan recycle certified company yang credible di dunia," ujar Octavianus.
