MRA Otomotif ASEAN Diteken, Kemenhub Punya PR Lengkapi Fasilitas Uji

17 September 2020 15:26 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pekerja mengecek mobil di IPC Car Terminal, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (9/1). Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja mengecek mobil di IPC Car Terminal, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (9/1). Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
ADVERTISEMENT
Negara-negara ASEAN sepakat untuk saling mengakui hasil uji tipe produk otomotif, yang berlaku di masing-masing negara, dengan standar mutu international.
ADVERTISEMENT
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto siap menandatangani ASEAN Mutual Recognition Arrangement (MRA) on Type Approval for Automotive Product sebelum akhir 2020.
Jadi sederhananya produk otomotif yang telah diuji oleh lembaga terdaftar di negara pengekspor misalnya Indonesia, dapat memasuki dan dipasarkan di negara pengimpor kawasan ASEAN tanpa diuji lagi.
Deretan mobil baru siap ekspor terparkir di PT Indonesia Kendaraan Terminal atau IPC Car Terminal, Cilincing, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Ini membuat perdagangan produk otomotif antarnegara ASEAN, bisa berjalan lancar.
Namun, Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam mengingatkan, Indonesia juga harus berbenah diri. Supaya bisa melaksanakan MRA dengan baik.
"Kita harus memiliki fasilitas pengujian yang memenuhi standar internasional dan diakui (recognize). Apalagi kita dikenal sebagai eksportir kedua terbesar setelah Thailand, tapi fasilitas pengujian kita belum lengkap," ucapnya kepada kumparan, Selasa (15/9).
ADVERTISEMENT
Bob berharap, dari 16 item pengujian yang disepakati dalam MRA otomotif ASEAN bisa dilengkapi dalam fasilitas pengujian di Indonesia, serta mendapat akreditasi internasional.
Ilustrasi fasilitas uji tipe kendaraan. Foto: Istiimewa

PR besar Kementerian Perhubungan

Kasi Sertifikasi Tipe Kendaraan Bermotor Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Jabonor menyebut, baru memiliki fasilitas uji emisi saja, dari 16 item yang diungkap Bob.
Sementara fasilitas lainnya, sedang dalam proses tender Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), dan diperkirakan selesai akhir 2022.
"Iya betul (cukup banyak pekerjaan rumah) kan bertahap, KPBU juga dibuat bertahap, ada alat yang bisa lebih dahulu jadi, sehingga tidak semua selesai di akhir 202, ada juga yang di 2021," ucapnya kepada kumparan, Rabu (16/9).
Berikut kurang lebih daftar item yang masuk dalam MRA otomotif ASEAN, yang dipresentasikan dalam Gaikindo International Automotive Conference Juli 2019.
Item uji tipe yang disepakati dalam MRA otomotif ASEAN. Foto: ASEAN
ADVERTISEMENT