Mudah, Begini Cara Deteksi Keausan dan Merawat Karet Ban Mobil

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengecekan ban Mitsubishi Xpander. Foto: dok. MMKSI
zoom-in-whitePerbesar
Pengecekan ban Mitsubishi Xpander. Foto: dok. MMKSI

Perawatan pada mobil jadi salah satu hal yang sangat penting, tidak hanya pada mesin dan kelistrikan, namun juga bagian-bagian lain seperti ban.

Brand Ambassador Mitsubishi yang juga pebalap nasional, Rifat Sungkar, mengatakan jika komponen karet ban jadi salah satu bagian yang banyak kurang mendapatkan perhatian dari para pemilik mobil di Indonesia.

“Rubber (ban) itu menjadi penting karena menyangkut unsur safety dan juga kenyamanan berkendara,” jelasnya, Selasa (21/12).

Perhatikan kondisi karet pada ban

Lebih lanjut, kata Rifat, ban yang sudah masuk kategori kedaluwarsa, belum tentu memiliki kondisi yang jelek. Sebab, semuanya bergantung pada pemakaian dan penyimpanan ban itu sendiri.

com-Ilustrasi memeriksa ban mobil. Foto: Shutterstock

Bagi Anda yang ingin mengetahui layak atau tidaknya suatu ban digunakan, dapat dilihat dari kondisi karet ban tersebut. Rifat pun memberikan beberapa tips untuk mendeteksi apakah kondisi karen ban tersebut masih layak digunakan atau tidak.

“Biasanya sudah agak putih (tandanya), kalau putih artinya sudah mulai keras dan kalau sudah mulai keras artinya grip nggak akan baik,” ucapnya.

Memelihara kondisi karet ban

Selain memberikan tips cara mengetahui kondisi karet ban, Rifat juga memberikan tips cara menjaga kondisi karet ban agar selalu dalam kondisi prima. Ada beberapa tips yang wajib diketahui dan dilakukan para pemilik mobil, yakni mulai dari memperhatikan kondisi tekanan angin ban, serta rajin melakukan spooring setahun sekali.

Adapun ketika melakukan spooring, Rifat juga menyarankan untuk melakukan rotasi terhadap keempat ban yang terpasang. Ini penting, guna memastikan kondisi keausan di antara keempat ban sama ratanya.

Pengecekan ban Mitsubishi Xpander. Foto: dok. MMKSI

“Ban sangat dianjurkan untuk ditukar depan sama belakang satu tahun satu kali ya, agar keausan tetap sama,” jelas Rifat.

Kemudian, posisi parkir diusahakan tidak langsung terkena sinar matahari. Sebab, musuh utama karet adalah panas matahari, sehingga semakin panas kondisi karet tersemi maka akan semakin aus. Selain itu, membersihkan kotoran dari karet ban juga sangat penting.

Tak ketinggalan, Rifat juga mengingatkan para pemilik mobil agar tak lupa memperhatikan kondisi ban serep. Sebab, meski ban serep jarang dipakai, bukan berarti tekanan angin ban serep tak bisa berkurang. Karena itu, para pemilik mobil juga diimbau untuk rutin mengecek tekanan angin ban serep serta memperhatikan kondisi keausannya.

“Kalau trik saya, untuk ban serep, saya selalu taruh tekanan anginnya 35 sampai 40, karena seenggaknya kita sudah prepare untuk jangka waktu yang lebih lama,” tutup Rifat.