Nissan Motor Akan Jual Aset Kantor Pusat di Yokohama Senilai Rp 10 Triliun
·waktu baca 2 menit

Nissan Motor Corporation berencana menjual salah satu asetnya yakni kantor pusat mereka yang berlokasi di Yokohama, Jepang. Nilainya fantastis, mencapai 97 miliar yen atau kira-kira lebih dari Rp 10 triliun.
Dilansir Japan Today, kantor pusat terbaru Nissan yang beroperasi sejak tahun 2009 itu tidak sepenuhnya dilepas. Melainkan statusnya berubah menjadi sewa, yang mana perusahaan akan tetap menggunakannya sebagai kantor pusat.
Manuver ini dinilai akan menghasilkan keuntungan hingga 73,9 miliar yen atau sekitar Rp 8 triliun dari penjualan tahun fiskal hingga bulan Maret 2026. Pergantian kepemilikan itu akan berjalan hingga 20 tahun ke depan.
Aset tersebut dijual kepada perusahaan MJI Godo Kaisha, entitas yang dimiliki Minth Group yakni produsen suku cadang kendaraan yang sahamnya tercatat di Hongkong, bersama dengan Mizuho Trust & Banking. Adapun biaya sewa tak diungkapkan ke publik.
Nissan, yang dijadwalkan akan melaporkan hasil keuangan semester pertama nanti, telah berjuang untuk kembali meraih profitabilitas, setelah membukukan kerugian sebesar 670,9 miliar yen (Rp 73,3 triliun) untuk tahun fiskal hingga Maret.
Markas besar Nissan Motor Corporation yang resmi beroperasi 16 tahun lalu itu menggantikan kantor lama mereka sebelumnya di Ginza, Tokyo. Sekaligus menjadi simbol Yokohama, daerah di mana perusahaan tersebut dilahirkan.
Nissan memang tengah dihadapi krisis dan telah menjanjikan pemulihan di bawah CEO mereka yang baru, Ivan Espinosa. Seorang non-Jepang dengan pengalaman dua dekade di Nissan, yang mengambil alih kepemimpinan awal tahun ini.
“Langkah ini mencerminkan pendekatan yang disiplin terhadap efisiensi modal yang membuka nilai dari aset non-inti untuk mendukung transformasi selama tahun-tahun yang penuh tantangan,” kata perusahaan tersebut tentang penjualan tersebut.
Dikatakan bahwa langkah ini mencerminkan strategi perusahaan untuk berinovasi, tetap kompetitif, dan secara agresif melakukan penelitian untuk pertumbuhan di masa depan. Sekaligus meningkatkan teknologi di kantor pusat Nissan.
Nissan telah menyatakan akan memangkas 15 persen dari tenaga kerja globalnya atau sekitar 20 ribu karyawan. Perusahaan juga harus mengambil keputusan untuk menutup pabrik utamanya di Oppama, Prefektur Kanagawa.
