Nissan Tahan Kenaikan Gaji dan Tawarkan Pensiun Dini di AS
·waktu baca 2 menit

Langkah efisiensi yang dilakukan Nissan mulai berjalan agresif. Berdasarkan email internal yang beredar, pabrikan asal Jepang ini menawarkan sejumlah program ke para pekerja mereka di Amerika Serikat.
Menurut laporan Carscoops, Nissan menghentikan sementara kenaikan gaji berbasis kinerja secara global sebagai bagian dari langkah efisiensi.
Dijelaskan bahwa ini merupakan upaya Nissan dalam menghadapi krisis keuangan dan tengah menjalankan strategi pemulihan agresif. Dalam email internal, Nissan juga menawarkan paket pensiun dini bagi pekerja di pabriknya di Canton, Mississippi.
Selain itu, Nissan juga menawarkan pemutusan hubungan kerja bagi karyawan bergaji tetap di departemen keuangan, perencanaan, sumber daya manusia, dan teknologi informasi.
Lebih lanjut belum ada informasi mengenai jumlah karyawan yang ditawari program tersebut.
“Meski berbagai upaya substansial telah dilakukan di Amerika Serikat untuk menyesuaikan skala Nissan, kami perlu mengambil tindakan strategis tambahan, terbatas, dan lokal,” ujar Presiden Nissan Amerika, Christian Meunier kepada Reuters.
Bukan cuma itu, perusahaan juga menangguhkan kenaikan gaji untuk tahun fiskal ini, menegaskan upaya serius dalam menekan biaya di tengah tekanan keuangan.
Penutupan pabrik dan pemangkasan karyawan
Melalui rencana bertajuk Re:Nissan, perusahaan memastikan akan menutup tujuh dari 17 fasilitas produksi global mereka. Penutupan ini diperkirakan mencakup setidaknya dua pabrik di Jepang dan satu di Thailand.
Nissan juga mengonsolidasikan produksi pikap di Meksiko dan Argentina ke satu fasilitas saja.
Berdasarkan laporan terbaru, perusahaan bahkan memasukkan kantor pusatnya di Yokohama ke dalam daftar aset yang akan dijual sebelum Maret 2026. Nilai aset ini ditaksir lebih dari 100 miliar yen, atau sekitar Rp 12 triliun.
Sebagai bagian dari restrukturisasi, Nissan juga berencana memangkas 20 ribu pekerjaan secara global melalui program Re:Nissan.
Perusahaan menargetkan penurunan 20 persen pada rata-rata biaya per pekerja, memangkas kompleksitas suku cadang hingga 70 persen, dan mengurangi jumlah platform kendaraan dari 13 menjadi 7 pada 2035.
