Nyetir Lama Saat Mudik, Sebaiknya Hindari Melintas di Jalur Contraflow

25 Maret 2025 15:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Contraflow di KM 70-KM 47 Tol Cikampek, Selasa (10/5/2022). Foto: Jasa Marga
zoom-in-whitePerbesar
Contraflow di KM 70-KM 47 Tol Cikampek, Selasa (10/5/2022). Foto: Jasa Marga
ADVERTISEMENT
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri kembali menerapkan sistem one way dan contraflow guna menekan kepadatan saat arus mudik Lebaran 2025.
ADVERTISEMENT
Adapun jadwal contraflow mudik tahun ini akan dimulai pada Kamis (27/3) pukul 14.00 sampai Sabtu (29/3) pukul 24.00 WIB. Untuk arus balik diberlakukan mulai Senin (21/3) pukul 13.00-18.00 WIB dan Selasa (1/4) pukul 11.00-18.00 WIB.
Tahun lalu, sebanyak 12 orang meninggal saat arus mudik Lebaran akibat sebuah kendaraan mengalami insiden di lajur contraflow Tol Jakarta-Cikampek KM 58.
Saat itu, Daihatsu Gran Max diduga mengalami masalah dan nekat menyeberang lajur untuk berhenti di bahu jalan pada ruas yang mengarah ke Jakarta. Sayangnya, mobil tersebut justru memicu kecelakaan dengan sebuah bus Primajasa dan Terios yang melaju dari arah berlawanan.
Kondisi kendaraan usai kecelakaan di Tol Jakarta-Cikampek KM 58, Karawang, Senin (8/4/2024). Foto: Dok. Istimewa
Berkaca dari insiden tersebut, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana ada beberapa faktor yang harus diperhatikan pemudik ketika memutuskan mengambil lajur contraflow.
ADVERTISEMENT
Contraflow sebenarnya rekayasa lalu lintas untuk mengurai kondisi kemacetan. Di satu sisi bagus, karena menghilangkan crowd di beberapa spot tapi sebagian hanya memindahkan macet bila rutenya pendek, sehingga skema ini efektif di rute panjang,” buka Sony kepada kumparan baru-baru ini.
“Sementara tantangannya adalah rute panjang aman enggak bagi pengemudi yang harus fokus untuk menjaga kecepatan, jarak dengan kendaraan lain, selalu cover brake dan faktor lainnya,” lanjut Sony.
Sony menjelaskan pengemudi selama perjalanan, terlebih intensitas menyetirnya yang lama, berdampak pada penurunan daya fokus. Ditambah konsentrasi yang monoton di jalan, highway hypnosis pun tak bisa dihindari.
“Bila memutuskan masuk ke lajur contraflow, pastikan memperhatikan hal di atas dan wajib mengetahui panjang lajur contraflow tersebut. Pastikan juga tidak lebih dari arah destinasi tujuan, pemudik harus mengetahui aturan mana yang lajur cepat dan rendah untuk mengetahui posisi berhenti yang aman ketika mengalami kondisi darurat,” tegasnya.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, Sony menyarankan bila ragu dengan pertimbangan tadi, lebih baik menghindari lajur contraflow demi kenyamanan dan keselamatan.
“Jalan tol itu kan terdiri dari beberapa lajur, nah di lajur tersebut bukan berarti kita boleh berpindah-pindah seenaknya ketika salah satunya lebih lancar. Tetap berpegang pada journey management, artinya contraflow itu bagian dari rencana atau tidak,” pungkasnya.
Polisi Lalu Lintas mendorong pembatas jalan menjelang pemberlakuakn contraflow di kawasan Gerbang Tol Cikampek Utama, Karawang, Jawa Barat, Jumat (5/4/2024). Foto: Aprilio Akbar/ANTARA FOTO
“Bila kendaraan enggak siap, kebutuhan ke rest area tinggi, milih santai, ya jangan asal lewat contraflow, karena ketika bermasalah di lajur contraflow maka akan menimbulkan kemacetan bahkan berisiko tabrak belakang,” imbuhnya.
Saran Sony, bila memang mengalami masalah kondisi darurat di lajur contraflow, segera nyalakan lampu hazard dan arahkan kendaraan ke sisi kiri atau bahu jalan dalam.
ADVERTISEMENT
Usahakan berhenti secara perlahan merapat keluar jalur, segera pasang segitiga pengaman. itu langkah utama untuk pengamanan sambil menunggu hingga bantuan datang.