Onderdil Motor Lawas Sulit Dicari, Honda GL Pro 1998 Ini Direstorasi ke Otista

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Restorasi Honda GL Pro Neo Tech 1998 di Otista, Jakarta Timur. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Restorasi Honda GL Pro Neo Tech 1998 di Otista, Jakarta Timur. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Kawasan Jalan Otto Iskandardinata (Otista), Jakarta Timur, lama dikenal sebagai sentra penjualan onderdil sepeda motor. Deretan kiosnya menyimpan komponen motor keluaran lama yang sudah sulit ditemukan pada diler resmi. Tidak sedikit orang yang membawa motor tua untuk melakukan perbaikan atau restorasi di sana.

Hal itu salah satunya dilakukan oleh Wardoyo, warga Matraman, Jakarta Timur. Ia datang ke Otista membawa Honda GL Pro Neo Tech lansiran 1998 yang baru dibelinya pagi itu juga.

Motor tersebut didapat lewat Facebook market place seharga Rp 5,8 jutaan. Unitnya ia angkut sekitar pukul 10.00 WIB dan dua jam berselang sudah masuk ke salah satu toko spare part di Otista.

Restorasi Honda GL Pro Neo Tech 1998 di Otista, Jakarta Timur. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

“Sempat ke bengkel resmi, tapi barangnya kosong, akhirnya di sana cuma ganti oli saja. Baru pertama kali ke sini karena dekat rumah, jadi biar sekalian ke luar makanya dibawa ke sini (Otista),” kata Wardoyo kepada kumparan.

Ada tiga pekerjaan yang ia lakukan pada motornya. Bagian yang disentuh adalah komstir, master rem, dan menghilangkan karat. Menurutnya, onderdil yang disediakan di kawasan Otista cukup lengkap sehingga tidak perlu membuatnya mencari di tempat lain.

Wardoyo menuturkan, adanya montir di sekitar area kios membantu proses restorasi lebih efektif. Dari ketiga pekerjaan itu, ia menyebut membayar jasa kepada mekanik sebesar Rp 100 ribu.

Restorasi Honda GL Pro Neo Tech 1998 di Otista, Jakarta Timur. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

"Restorasi saya intinya dirapikan sedikit-sedikit, komsir sama master rem sudah kurang bagus. Sementara itu, sisanya ya lihat dana dulu," imbuhnya.

Dari pantauan kumparan, deretan toko onderdil motor di Otista terbilang cukup lengkap, mulai dari Suzuki, Honda, Yamaha, Kawasaki, dan Vespa. Ada pula berbagai toko variasi dan aksesoris pendukung lainnya, seperti shock breaker, knalpot, dan velg.

Kawasan Otista sendiri pernah berjaya pada era 1990-an sampai awal 2000-an. Trotoar sepanjang dua kilometer di ruas jalan Kampung Melayu-Jatinegara itu dipenuhi puluhan toko dan bengkel. Belakangan beberapa kiosnya mulai tutup dan kehilangan pembeli seiring maraknya penjualan spare part secara daring.