Optimistis, Toyota Proyeksi Penjualan Mobil 2021 Tembus 850 Ribu Unit

kumparanOTOverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Toyota Rush di booth Toyota di IIMS Hybrid 2021. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Toyota Rush di booth Toyota di IIMS Hybrid 2021. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

PT Toyota-Astra Motor (TAM) memprediksi penjualan mobil tahun ini terus tumbuh, sejalan dengan upaya pemulihan ekonomi lewat kebijakan relaksasi dan stimulus dari pemerintah.

Direktur Pemasaran PT TAM Anton Jimmi Suwandy menjelaskan, pertumbuhannya malah bisa melebihi target penjualan yang dicanangkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tahun ini.

"Prediksi Gaikindo 750 ribu unit sebelum adanya insentif, dengan (relaksasi) PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah) menjadi 800 ribu unit, saya rasa prediksi ini market ke arah 800-850 ribu jadi harapannya market bisa recover," terangnya dalam virtual media gathering, Jumat (23/4).

Toyota Avanza dan Calya di IIMS 2019. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO

Bukannya tanpa sebab, lewat penerapan insentif PPnBM yang mulai berlaku Maret hingga Desember 2021, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita membidik penambahan penjualan mobil sebesar 82 ribu unit. Otomatis dari situ sudah ada penambahan di atas 800 ribu unit.

Ujar Agus saat itu, diskon PPnBM 0 persen (tahap pertama) dapat meningkatkan daya beli masyarakat, yang nantinya juga berdampak positif terhadap ekonomi Indonesia. Sebab sepanjang 2020, performa penjualan mobil anjlok 48 persen (secara whoelsales).

Peluncuran Toyota Fortuner dan Innova facelift 2020. Foto: dok. TAM

Kondisi pasar yang menunjukkan tren positif selama beberapa bulan jelang penutupan tahun lalu, juga dianggap sebagai angin segar bahwa lambat laun pemulihan pasar tengah terjadi. Meskipun realisasinya pada awal 2021 sempat terjadi penurunan.

Berbicara data dari Gaikindo, sepanjang kuartal pertama 2021 terjadi fluktuasi. Wholesales Januari sebanyak 52.909 unit, kemudian turun 7 persen menjadi 49.202 unit. Baru berkat relaksasi PPnBM, penjualan kembali menggeliat naik 72 persen menjadi 84.910 unit.

Logo Toyota Foto: dok. Istimewa

Secara kumulatif Januari hingga Maret 2021, baru tercatat 187.021 unit mobil yang terdistribusi. Belum membaik bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu bisa mencapai 236.890 unit.

Namun sesuai perluasan relaksasi PPnBM yang juga menyasar kelompok mobil berkapasitas 1.500 hingga 2.500 cc sejak awal April, bisa memantik terjadinya lonjakan penjualan mobil hingga tutup tahun.

"Saya rasa prediksinya ke depan masih positif dan mudah-mudahan bisa continue terus, tentu saja harapannya kalau kondisi pandemi COVID-19 bisa di-manage dengan baik, masih ada harapan naik lagi, mudah-mudahan," imbuhnya.