Pabrikan Mobil Jepang Respons Nilai Rupiah Anjlok, Bisa Pengaruhi Harga Jual

24 April 2024 15:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Toyota Avanza dan Innova Zenix di GIIAS 2023. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Toyota Avanza dan Innova Zenix di GIIAS 2023. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Beberapa pabrikan mobil asal Jepang memberi pandangan terhadap penurunan nilai mata uang rupiah yang menyentuh angka Rp 16 ribuan untuk satu dolar Amerika Serikat (AS). Toyota dan Honda misalnya, keduanya masih memilih memantau situasi saat ini.
ADVERTISEMENT
Dijelaskan Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy, sentimen seperti perubahan kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta kondisi geopolitik global saat ini sangat mungkin memiliki dampak pada pasar otomotif nasional.
"Namun, dampaknya seperti apa saat ini kami sedang memonitor dan mengevaluasi efek hal tersebut kepada terutama model-model Toyota baik yang diproduksi lokal maupun CBU (impor utuh)," buka Anton dihubungi kumparan, Selasa (23/4).
Menyoal fenomena melemahnya nilai mata uang rupiah terhadap dolar AS yang akan berdampak pada harga jual mobil baru dalam waktu dekat, Anton bilang ada beberapa faktor yang harus diperhatikan. Seperti nilai tukar, biaya produksi, kondisi pasar, kompetisi, dan lain sebagainya.
Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor Anton Jimmi Suwandy di GIIAS 2023. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
"Pastinya kami akan terus memperhatikan kondisi ini dengan baik sekaligus berkoordinasi dengan prinsipal, manufaktur, serta jaringan diler. Sehingga Toyota tetap dapat memberikan best total ownership experience dari berbagai produk dan layanan kepada pelanggan," pungkasnya.
ADVERTISEMENT

Dampak pelemahan nilai tukar rupiah

Senada dengan Anton, Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy mengatakan, penguatan nilai tukar dolar AS yang terus berkelanjutan dapat memengaruhi meningkatnya biaya produksi dan harga jual mobil CKD (lokal) maupun CBU (impor).
Kolaborasi Honda BR-V N7X Edition x Shining Bright di IIMS 2024. Foto: Sena Pratama/kumparan
"Saat ini kami masih terus memonitor dampak dari situasi ini untuk menentukan strategi yang tepat untuk dapat mempertahankan value terbaik bagi konsumen," jelas Billy kepada kumparan, Selasa (23/4).
Dirinya berharap, kondisi yang tengah menimpa perekonomian negara dan situasi geopolitik global seperti meningkatnya konflik politik di wilayah Timur Tengah bisa segera stabil. Sehingga pasar otomotif nasional dapat terus tumbuh.
Sementara itu, terlihat nilai mata uang rupiah masih berada pada level Rp 16.144,90 untuk setiap satu dolar AS per Selasa, 23 April 2024. Ini merupakan yang terendah sejak pertama kali tembus Rp 16 ribuan.
ADVERTISEMENT
***