Pakai Motor Kopling, Begini Cara Engine Brake di Jalan Menurun yang Benar

3 Agustus 2022 11:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi motor kopling Foto: dok. cycleworld
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi motor kopling Foto: dok. cycleworld
ADVERTISEMENT
Pengendara motor kopling atau manual selain harus mahir mengoperasikan sistem transmisi, juga harus pahami bagaimana teknik engine brake yang benar.
ADVERTISEMENT
Sebab, teknik yang satu ini akan bermanfaat pada situasi tertentu, salah satunya saat hendak mendapati jalan menurun yang memiliki sudut atau elevasi yang cukup ekstrem. Apalagi dengan beban motor yang berat.
Apabila kurang tepat teknik pengeremannya, bisa-bisa deselerasi laju jadi tidak optimal, demikian seperti diungkapkan Pendiri sekaligus Instruktur Senior Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC) Jusri Pulubuhu.
“Semakin tinggi laju kendaraan, maka semakin besar beban kerja rem dan akibat dari pengereman yang berlebih pada rem depan dan belakang. Sehingga akan mudah terjadi yang namanya penyusutan kemampuan rem,” katanya kepada kumparan belum lama ini.
Ilustrasi motor kopling di jalan menurun. Foto: Dok. Istimewa
Singkatnya, teknik engine brake membantu menghindari kinerja yang terlalu berat pada sistem kedua rem motor yang berada di depan dan belakang, guna menghindari risiko terjadinya rem blong.
ADVERTISEMENT
Jusri mengingatkan kepada pengendara motor kopling sebaiknya untuk melakukan perpindahan gigi ke yang lebih rendah pada saat sebelum memasuki permukaan jalan yang menurun.
“Makanya sebaiknya adalah sebelum menurun, pindahkan giginya terlebih dahulu ke rasio yang lebih rendah. Jadi pas masih di permukaan jalan datar dan sebelum benar-benar motornya melewati turunan,” jelasnya.
Ini dimaksudkan agar tidak terjadi gejala freewheel atau momen motor bergerak bebas ketika tuas kopling ditarik saat pengendara hendak mengganti posisi gigi yang lebih rendah.
Ilustrasi mengendarai motor kopling. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO
“Pada saat kecepatannya berlebih, ketika melepas kopling motor akan terjadi engine brake yang kasar dan mengakibatkan roda penggerak yakni roda belakang itu akan nge-block dan bisa saja terjadi oversteer,” terang Jusri.
Ketika sedang berada pada jalan menurun, Jusri menambahkan, usahakan untuk tidak selalu mengandalkan kedua rem motor, tetapi kombinasikan dengan teknik engine brake tadi.
ADVERTISEMENT
“Biasanya pada kondisi normal berada di gigi 4 atau 3, kalau dirasa masih kurang bisa gunakan gigi 2 dengan cara injak rem terlebih dahulu baru kemudian ganti giginya, agar perlambatannya tidak berlebih dan ditahan oleh rem,” pungkasnya.
***