Pakar: Paham Fitur Mobil Baru Bisa Jadi Pembeda Antara Selamat dan Celaka

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Layout dashboard mobil listrik Jetour x20e. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Layout dashboard mobil listrik Jetour x20e. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Pakar keselamatan sekaligus pendiri dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu menekankan pentingnya memahami teknologi baru yang tersemat pada kendaraan. Ini ada hubungannya saat mitigasi di tengah situasi darurat.

Ini berkaca dari insiden taksi listrik yang tertemper kereta di Bekasi Timur ketika hendak menyeberang perlintasan sebidang. Hingga kini, belum ada kronologi resmi yang menjelaskan kendaraan tersebut dapat terjebak di tengah-tengah rel.

Salah satu spekulasi mencuat, sang pengemudi panik karena kendaraan tiba-tiba berhenti dan tidak dapat bergerak. Belum sempat melakukan evakuasi kendaraan seluruhnya, armada miliknya itu telanjur disambar kereta.

"Kalau memang begitu, kita sepakat bahwa banyak orang yang belum familiar (dengan operasi teknologi baru), seharusnya punya kesadaran untuk memahami perangkat apa saja yang ada di kendaraannya," buka Jusri kepada kumparan, Selasa (28/4/2026).

Warga mengamati taksi listrik yang rusak usai mengalami kecelakaan dengan KRL Commuter Line di Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Jusri juga mendesak kepada operator taksi, utamanya Green SM untuk melakukan penyuluhan lebih dalam tentang teknologi armadanya kepada pengemudi. Termasuk soal emergency response procedure atau ERP.

"Harus diawali dengan safety induction. Lebih-lebih kepada seorang pengemudi yang baru pertama kali mengoperasikan mobil dengan teknologi baru atau tidak umum dibanding kendaraan biasanya," paparnya.

Sebab, Jusri bilang armada taksi umumnya menggunakan model kendaraan yang serupa dengan produk yang dijual retail ke konsumen umum. Dia menyoroti, apa yang menimpa pada taksi tersebut, mungkin saja berpeluang terjadi pada pengguna awam lainnya.

"Jadi tidak hanya EV saja, saya kira semua mobil baru sekarang ini teknologinya semakin banyak dan canggih. Jangan sampai ketika sistem bermasalah kita tidak tahu apa yang harus dilakukan," jelasnya.

Buku manual Suzuki Vitara Foto: Instagram/@carbusters_id

Pada beberapa kendaraan terkadang memberi respons berbeda dari aksi yang dilakukan oleh pengendara, entah itu dari fitur atau fungsi yang disematkan. Perbedaan ini tentunya tidak bisa selalu disikapi sama dengan kendaraan lainnya.

Jusri sekaligus menyinggung kebiasaan mayoritas pemilik kendaraan di Indonesia yang jarang atau bahkan sama sekali tidak pernah membaca buku manual atau pedoman pemilik.

"Konsep pemahaman teknologi atau kendaraan itu sendiri erat kaitannya dengan keselamatan berkendara dan itu perlu menjadi kultur yang ditanamkan, guna mengecilkan risiko dan dampak kecelakaan," pungkasnya.