Panduan Beli Motor Listrik Bekas, Cek Kondisi Baterai Jadi Kunci

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penggawa Dablong.EV Adi. Foto: Dok. Adi
zoom-in-whitePerbesar
Penggawa Dablong.EV Adi. Foto: Dok. Adi

Membeli motor listrik bekas butuh perhatian khusus dibanding motor berbahan bakar bensin. Pasalnya, komponen paling vital sekaligus paling mahal pada kendaraan listrik berada pada baterainya.

Seiring harga motor listrik baru yang masih relatif tinggi, minat terhadap unit bekas pun mulai meningkat. Namun, konsumen diingatkan untuk lebih jeli sebelum membeli agar tidak salah pilih.

“Cara pilih motor listrik bekas itu dari baterainya dulu. Karena nyawanya motor itu kan baterai,” buka Penggawa Dablong.EV Adi kepada kumparan, Minggu (14/6/2026).

Menurut Adi, kondisi baterai menjadi indikator utama yang harus diperiksa calon pembeli. Beruntungnya, pengecekan awal dapat dilakukan tanpa alat khusus, cukup dengan mencoba langsung motor yang hendak dibeli.

Ia menjelaskan, akselerasi dan kestabilan daya bisa menjadi petunjuk untuk mengetahui kondisi baterai. Salah satu cara sederhananya adalah dengan menguji motor saat digunakan.

“Kita gampangnya dibawa muter aja, digas aja, kenceng dia turun nggak voltage-nya dari 100 persen. Itu yang pertama,” jelasnya.

Selain baterai, komponen lain yang perlu diperhatikan adalah dinamo atau motor penggerak listrik. Kondisi komponen ini dapat dirasakan dari putaran roda saat kendaraan digunakan.

Penggawa Dablong.EV Adi. Foto: Dok. Adi

“Kedua, ada dari dinamo, itu misalkan kita puter nih, dia udah seret nggak gitu. Nah, kilometer juga ngaruh. Kilometer itu kalau motor-motornya tinggi, kilometernya tinggi itu berarti sama dengan mesin capek,” katanya.

Menurut Adi, angka odometer yang tinggi juga patut menjadi perhatian. Sebab, motor dengan jarak tempuh besar umumnya telah digunakan secara intensif sehingga kondisi komponen utama berpotensi tidak lagi optimal.

Suasana test drive motor listrik di PEVS 2025. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Karena itu, ia menyarankan calon pembeli untuk lebih berhati-hati terhadap unit yang memiliki riwayat penggunaan berat, termasuk motor yang sebelumnya digunakan sebagai armada ojek online.

“Misalkan kilometer tinggi itu bekas-bekas ojol, nah itu enggak usah dibeli lah kalau buat pribadi. Karena udah pasti motor capek,” ujarnya.

Adi menambahkan, secara umum hanya ada dua komponen utama yang perlu menjadi fokus pemeriksaan pada motor listrik bekas, yakni baterai dan sistem penggerak listrik atau BLDC.

Selain itu, kondisi bodi juga perlu dicek secara teliti. Pasalnya, ketersediaan suku cadang bodi untuk sejumlah motor listrik di Indonesia masih belum sebanyak motor konvensional.

Motor listrik yang dijual di Dablong.EV. Foto: Dablong.EV

Karena itu, sebelum memutuskan membeli motor listrik bekas, konsumen disarankan tidak hanya tergiur harga murah. Pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi baterai, dinamo, riwayat penggunaan, serta kelengkapan bodi tetap diperlukan agar kendaraan yang dibeli masih layak digunakan dalam jangka panjang.

“Sama kondisi bodi dilihat, soalnya di motor listrik ini kan agak susah part bodinya. Beda sama motor bensin kalau bodi ada yang pecah bisa diganti,” tutupnya.