Panduan Sederhana Menjaga Baterai Mobil Hybrid Awet

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sistem hybrid Toyota Prius terbaru. Foto: dok. Toyota Motor Corporation
zoom-in-whitePerbesar
Sistem hybrid Toyota Prius terbaru. Foto: dok. Toyota Motor Corporation

Selain tengah naik daun, pilihan mobil hibrida kini semakin banyak di pasaran. Namun, perlu diketahui apa saja yang perlu diperhatikan agar komponen baterai tidak mengalami masalah, atau gangguan fungsi selama digunakan dari panduan sederhana berikut.

Teknisi Toyota Home Service Auto2000, Andi Setiyawan menjelaskan pada mobil Hybrid Electric Vehicle (HEV) Toyota memiliki kesamaan komponen, yaitu adanya celah atau rongga ventilasi pada baterainya.

Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

"Mobil hybrid ada komponen tambahan baterai dan itu ada lubang ventilasi untuk sirkulasi udara. Ini perlu diperiksa berkala menghindari penumpukan kotoran yang menghambat sirkulasi udara," kata Andi ditemui di Tangerang belum lama ini.

Andi menambahkan, pemilik tak perlu risau perihal jalur udara tersebut. Sebab bengkel resmi Toyota seperti Auto2000 menyertakan pemeriksaan komponen baterai tambahan saat perawatan kendaraan berkala setiap 10 ribu kilometer.

Kisi-kisi sirkulasi pada bagian baterai mobil hybrid Toyota Innova Zenix HEV. Foto: Sena Pratama/kumparan

“Kalau saringannya sudah terlalu kotor, biasanya sistem akan memberi peringatan di MID (Multi Information Display). Itu jadi tanda bahwa saringan perlu dibersihkan atau mungkin harus diganti bila perlu,” imbuhnya.

Menariknya, perkara ventilasi udara tersumbat tidak selalu disebabkan dari debu atau kotoran yang menumpuk. Ada beberapa kasus pemilik atau penumpang tidak sadar menutup jalur udara dengan benda lain seperti sepatu, karpet, atau semacamnya.

Bila pemilik mengabaikan masalah pada ventilasi udara untuk baterai tambahan, dapat berisiko baterai mengalami panas dan overheat yang mempengaruhi kinerja sistem hibrida dan umur dari baterai itu sendiri.

Eco Journey kumparan saat mengendarai Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid. Foto: Dok. kumparan

Satu hal lain yang juga tidak boleh terlewat adalah cairan pendingin untuk komponen inverter. Kepala Bengkel Auto2000 Banyuwangi, Faozan Saptadi bilang pelumas tersebut punya fungsi serupa selayaknya oli pada mesin atau transmisi.

“Karena mobil hybrid dia punya 2 penggerak, 1 dari motor dan 1 dari mesin bensin. Maka ada tambahan pengecekan pada sistem pendingin baterai dan inverter,” kata Faozan kepada kumparan beberapa waktu lalu.

Berbeda dengan saringan udara ventilasi baterai hybrid, pemeriksaan cairan pendingin komponen inverter dilakukan setiap 40 ribu kilometer. Untuk penggantian cairan atau pelumas dilakukan setiap 160 ribu kilometer.