Pelat Nomor Putih Juga Bakal Pakai Chip, Apa Fungsinya?
·waktu baca 2 menit

Perubahan warna pelat nomor kendaraan bermotor dari hitam menjadi putih akan dimulai secara bertahap pada tahun 2022. Selain itu, pelat nomor putih ke depannya juga akan dilengkapi chip dengan Radio Frequency Identification atau RFID.
Meski masih harus menunggu anggaran untuk penerapan chip keluar, Dirregident Korlantas Polri Brigjen Yusri Yunus menjelaskan ada beberapa alasan penambahan teknologi chip pada pelat nomor kendaraan bermotor perlu dilakukan.
Mempermudah mengetahui data pemilik kendaraan
Adanya pemasangan chip pada pelat nomor kendaraan bermotor, bertujuan untuk mempermudah Kepolisian dalam mengakses data kendaraan, seperti rekam jejak kecelakaan hingga pelanggaran.
“Semua data kendaraan itu udah ada semua, data motor pernah kecelakaan, pernah melanggar, kena tilang berapa kali, ada semua di situ,” terang Yusri.
Mendorong efektivitas ETLE
Dengan mudahnya mengakses data kendaraan berkat chip yang tertanam pada pelat nomor putih tersebut, diharapkan mampu mendorong efektivitas ETLE lebih lanjut dan identifikasi jadi lebih mudah.
“Tilang ETLE itu jadi lebih mudah, ketika disorot sudah bisa keluar semua datanya,” jelas Yusri ketika dihubungi kumparan, Selasa (24/5).
Menghindari pelat nomor palsu
Lanjut Yusri, tertanamnya chip itu juga bisa membantu pengurangan pelat nomor palsu yang masih sering dilakukan bagi yang ingin melewati ruas jalan yang diberlakukan ganjil genap dengan mudah.
Sebagai pembayaran di gerbang tol
Penggunaan chip pada pelat nomor juga bakal berfungsi sebagai alat untuk pembayaran pintu tol. Ini seperti sistem RFID yang diterapkan pada sistem pembayaran tol nirsentuh di sejumlah negara.
“Kemudian nanti masuk tol jadi lebih mudah,” tutur Yusri.
Adapun untuk fungsi ini, Kepolisian akan bekerja sama dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan instansi lainnya. Nantinya, sistem pada gerbang tol akan mendeteksi pelat nomor kendaraan melalui chip.
Apabila pelat nomor yang terdeteksi tidak terdata dan tidak sesuai, maka gerbang tol secara otomatis tidak akan terbuka.
Kendati demikian, Yusri berharap anggaran untuk pemasangan chip ini bisa turun agar teknologi tersebut bisa dilaksanakan secepatnya.
“Mudah-mudahan nanti dapat anggaran biar kita bisa wujudkan teknologinya, karena memang harus, negara lain sudah menggunakan RFID,” tutup Yusri.
