Peluang All New Toyota Agya Hadir Dalam Versi Hybrid
·waktu baca 2 menit

Executive Chief Engineer Toyota Motor Corp., Toshihiro Nakaho bicara soal peluang Toyota Agya terbaru disuntik teknologi elektrifikasi, contohnya sistem hibrida atau hybrid.
“Kami mempertimbangkan semua kemungkinan. Tentu saja termasuk (membuatnya menjadi) hybrid,” ujar Nakaho ketika ditemui di Jakarta (13/2).
All new Toyota Agya jadi model ketiga PT Toyota-Astra Motor (TAM) yang menggunakan rancang bangun Daihatsu New Global Architecture alias DNGA setelah Raize, Avanza maupun Veloz.
“Dari aspek teknis, platform-nya sama dengan SUV segmen A yakni Raize. Jadi, model itu (Agya baru) punya potensi untuk mengaplikasikan sistem hybrid punya Raize,” pungkas Nakaho.
Namun, Nakaho berujar, pencangkokan sistem hybrid ke Agya tidak sesederhana seperti kelihatannya. Lebih-lebih, hal tersebut menyangkut soal aspek biaya.
“Di sisi lain, ada banyak isu untuk mengaplikasikan sistem hybrid, salah satunya adalah cost. Hatchback (Agya) ini adalah entry model. Jadi, biaya tinggi tidak bisa diterima oleh para pengguna mobil entry level,” terangnya.
Kemudian terkait baterai, Nakaho bilang, pabrikan perlu melihat berbagai pertimbangan soal suplai baterai yang akan digunakan pada mobil hybrid.
“Jadi, kami harus mempertimbangkan dari sisi teknis, produksi, hingga profitabilitas. Ada banyak poin pemikiran untuk menyematkan sistem hybrid,” tukasnya.
Sudah ada di Daihatsu Rocky Hybrid
Selain penggunaan platform DNGA, Agya terbaru juga menggunakan jantung pacu yang sama dengan Raize dan Rocky yakni mesin bensin berkode WA-VE 1.200 cc 3-silinder.
Bila melihat konfigurasinya, tentu bukan hal yang rumit bagi pabrikan untuk menghadirkan sistem hybrid pada Agya atau Ayla terbaru nantinya. Mengingat Daihatsu sudah punya Rocky hybrid di Jepang.
Soal Rocky hybrid, pakai mesin 1.200 cc 3-silinder WA-VEX dengan tenaga 80 dk dan torsi 105 Nm. Mesinnya berfungsi sebagai 'generator' penghasil listrik penyuplai ke baterai dan motor penggeraknya.
***
