Pemasok Komponen Honda dan Toyota Kembangkan Interior Mobil dari Biomassa

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pabrik Toyota di Jepang Foto: TOSHIFUMI KITAMURA / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pabrik Toyota di Jepang Foto: TOSHIFUMI KITAMURA / AFP

Pemasok suku cadang otomotif di Jepang kini mulai beralih menggunakan bahan biomassa pada interior mobil. Langkah tersebut sejalan dengan meningkatnya minat pabrikan mobil, termasuk Honda dan Toyota untuk menekan emisi karbon selama proses produksi kendaraan.

Moriroku, salah satu pemasok yang bekerja sama dengan Honda, tengah mengembangkan resin dari campuran kulit telur, kerang laut, bambu, serta bahan biomassa lainnya.

Resin tersebut akan digunakan untuk membuat interior seperti laci dasbor dan konsol tengah di antara kursi pengemudi dan penumpang. Langkah yang dilakukannya dapat mengurangi penggunaan resin yang berasal dari minyak bumi.

Berbagai jenis pelet dari bahan biomassa. Foto: Dok. Moriroku

Kandungan kalsium karbonat pada cangkang telur dapat meningkatkan kekakuan komponen otomotif. Moriroku berencana menggunakan resin berbahan biomassa itu pada komponen interior mobil mulai 2028, dengan target pencampuran hingga 30 persen.

Selain itu, Tokai Rika, perusahaan yang terafiliasi dengan Toyota, mengembangkan bahan resin komposit yang mengandung hingga 55 persen serat bambu. Serat ini berasal dari pohon bambu yang ditebang sebagai bagian dari pengelolaan hutan.

Pabrik baru di Prefektur Kochi yang mulai beroperasi pada Juli 2025 ini diperkirakan akan mulai mengirimkan resin Bamboo+ paling cepat sebelum akhir tahun.

Bagian konsol tengah mobil yang terbuat dari cangkang telur. Foto: Dok. Moriroku

Tokai Rika menargetkan penggunaan material pada interior mobil yang mudah terlihat, seperti dasbor dan konsol tengah, sama seperti Moriroku. Alasannya material tersebut memiliki tekstur halus dan tampilan yang mewah.

Lebih lanjut, tren pemakaian bahan biomassa di produsen mponen muncul karena desakan dari pabrikan mobil. Mereka meminta agar mengurangi emisi yang dihasilkan sepanjang rantai pasokan.

Selain membantu mengurangi emisi, pemanfaatan biomassa juga dapat memproteksi ekosistem lokal. Misalnya, tanpa pengelolaan yang tepat, bambu yang tumbuh cepat justru dapat merusak lingkungan dan lanskap sekitar.

Bagian interior mobil yang menggunakan resin komposit berbahan dasar bambu. Foto: Dok. Tokai Rika

Adapun, Honda menargetkan seluruh material yang digunakan sudah berkelanjutan pada tahun 2050. Sementara Toyota, ingin penggunaan material daur ulang minimal 30 persen untuk mobil di pasar Jepang dan Eropa pada tahun 2030 mendatang.

Sebagai informasi, penggunaan kembali material dan suku cadang dari mobil bekas untuk mobil baru alias daur ulang horizontal saat ini semakin populer. Uni Eropa diketahui sedang menyiapkan peraturan untuk menetapkan batas minimum kandungan material daur ulang.