Pembiayaan Kredit Kendaraan Adira Tumbuh 21 Persen

1 Agustus 2022 15:19 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Suasana pameran otomotif IIMS Hybrid 2021 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (15/4). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana pameran otomotif IIMS Hybrid 2021 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (15/4). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
ADVERTISEMENT
Adira Finance selaku perusahaan pembiayaan kredit kendaraan bermotor di Indonesia menginformasikan adanya pertumbuhan positif pembiayaan kredit kendaraan bermotor selama semester 1 2022.
ADVERTISEMENT
Presiden Direktur Adira Finance, I Dewa Made Susila mengatakan penjualan mobil baru secara ritel sepanjang Januari hingga Juni 2022 mengalami pertumbuhan 21 persen atau 465 ribu unit.
"Sejalan dengan pencapaian kinerja industri otomotif, Adira Finance juga mencatatkan pertumbuhan pembiayaan baru sebesar 21 persen secara year on year menjadi Rp 14,3 triliun," kata Made.
Toyota Rush di booth Toyota di IIMS Hybrid 2021. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Adanya pertumbuhan positif itu, diakui Made tidak terlepas dari mulai membaiknya pandemi COVID-19 yang berdampak positif pada meningkatnya daya beli masyarakat, serta didorong adanya momentum bulan Ramadhan dan mudik Lebaran pada April dan Mei 2022 lalu.
Adapun dari total capaian pada semester 1 itu, sambung Made, pembiayaan kendaraan roda empat jadi yang mengalami kenaikan signifikan dibandingkan roda dua.
ADVERTISEMENT
"Pembiayaan baru pada mobil dan sepeda motor masing-masing meningkat sebesar 38 persen dan 3 persen secara year on year di semester 1 2022. Sehingga pangsa pasar kami di segmen sepeda motor baru kini menjadi 9,2 persen, sementara pangsa pasar mobil baru relatif stabil menjadi 3,8 persen," tambah Made.
Booth Honda di IIMS Hybrid 2021. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO

Semester 2 2022 menjadi tantangan

Kendati berhasil mengalami kenaikan pembiayaan pada semester 1 2022 lalu, Made tak menampik apabila saat ini industri otomotif termasuk perusahaan pembiayaan kredit kendaraan sedang dihadapkan pada situasi sulit.
Adanya krisis semikonduktor di global yang masih terus terjadi hingga saat ini, membuat produksi kendaraan bermotor dari sebagian besar merek otomotif menjadi terhambat. Akibatnya, adanya waktu tunggu pemesanan atau inden pada kendaraan baru yang cukup panjang pun sulit terelakkan.
ADVERTISEMENT
Belum cukup sampai di situ, tantangan lain juga berasal dari kenaikan suku bunga yang kini berada pada level 1,75 persen serta meningkatnya inflasi menjadi 4,4 persen juga turut mempengaruhi situasi ekonomi termasuk pembelian kendaraan bermotor.
Booth Yamaha di IIMS Hybrid 2021. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Ada juga kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM yang sedikitnya mempengaruhi penjualan kendaraan bermotor.
Dengan adanya berbagai situasi sulit itu, Made pun mengatakan penjualan mobil dan motor serta pembiayaan kendaraan bermotor pada semester kedua akan menjadi tantangan yang cukup berat.
Meskipun demikian, ia optimistis penjualan serta pembiayaan kendaraan bermotor di Indonesia akan tetap mengalami pertumbuhan positif hingga akhir tahun walaupun tidak signifikan.
***