Pembiayaan Motor Nasional Tumbuh 0,7 Persen, FIF Group Naik 6,7 Persen

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur FIFGROUP Daniel Hartono dalam Astra Media Day di Menara Astra, Jakarta Selatan, Rabu (23/9/2026).  Foto: Widya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur FIFGROUP Daniel Hartono dalam Astra Media Day di Menara Astra, Jakarta Selatan, Rabu (23/9/2026). Foto: Widya/kumparan

Pertumbuhan pembiayaan sepeda motor nasional mulai melambat pada semester I 2026. Berdasarkan data Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) yang dipaparkan FIF Group, pembiayaan roda dua, baik motor baru maupun bekas, hanya tumbuh 0,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di tengah kondisi tersebut, PT Federal International Finance (FIF Group) justru mencatat pertumbuhan lebih tinggi. Pembiayaan perusahaan sepanjang paruh pertama 2026 tumbuh 6,7 persen.

Director FIF Group Daniel Hartono mengatakan pertumbuhan tersebut menjadi salah satu catatan kinerja perusahaan di tengah kondisi pasar yang cukup menantang tahun ini.

“Memang tahun ini cukup challenging, tapi tahun ini kita syukur Alhamdulillah berhasil. Kalau amount financed kita masih mengalami kenaikan yaitu 8,8 persen,” kata Daniel di Astra Media Day di Jakarta, Rabu (23/9).

PT Astra Honda Motor (AHM) resmi meluncurkan new Honda Vario Evo 160 di Cikarang, Jawa Barat, Rabu (24/6/2026). Foto: Sena Pratama/kumparan

Secara nilai, total pembiayaan yang disalurkan FIF Group mencapai Rp 30,09 triliun atau meningkat 8,8 persen secara tahunan. Sementara secara unit booking, perusahaan telah mencatat sekitar 2 juta unit, mencakup seluruh lini pembiayaan yang dimiliki perusahaan.

“Secara unit booking itu kita sudah mencapai 2 juta unit booking atas seluruh pembiayaan, baik itu new motorcycle, pembiayaan dana tunai, sampai dengan Spektra maupun haji dan umrah. Itu naik 3,6 persen,” ujarnya.

Kinerja tersebut membuat FIF Group mempertahankan posisi yang cukup besar di pasar pembiayaan sepeda motor. Daniel menyebut pangsa pasar FIF Group untuk pembiayaan roda dua, baik baru maupun bekas, mencapai sekitar 41 persen.

“Kalau kita lihat market share di pembiayaan roda dua, baik baru maupun bekas, di angka 41 persen,” tutur Daniel.

First ride Honda BeAT 2024 di Astra Honda Motor Safety Riding & Training Center Cikarang, Kabupaten Bekasi. Foto: dok. AHM

Pertumbuhan FIF Group tersebut terlihat cukup kontras dengan perkembangan pasar secara keseluruhan. Data APPI yang dipaparkan dalam kesempatan yang sama, menunjukkan pembiayaan roda dua nasional sebelumnya masih tumbuh sekitar 6-7 persen dari 2024 ke 2025.

Namun, laju pertumbuhan itu melambat cukup jauh pada 2026. Pada semester pertama tahun ini, pembiayaan roda dua nasional hanya mencatat pertumbuhan 0,7 persen.

“Kalau kita lihat dari tahun ke tahun terjadi kenaikan. Jadi 2024 ke 2025, 2025 ke 2026, itu terus mengalami kenaikan di angka 6-7 persen. Tapi memang di 2026 ini semester pertama naiknya hanya 0,7 persen,” jelasnya.

Di sisi lain, pertumbuhan bisnis FIF Group tidak hanya tercermin dari pembiayaan. Total aset perusahaan hingga semester I 2026 mencapai sekitar Rp 55 triliun, tumbuh 10,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Portofolio FIF Group sendiri tidak hanya mencakup pembiayaan sepeda motor baru dan bekas, tetapi juga pembiayaan dana tunai, Spektra, serta pembiayaan haji dan umrah.