Pemilik Mobil, Ini Dampak Buruk Sering Isi BBM Saat Sudah di Posisi 'E'

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Indikator bensin mobil. Foto: dok. Driving
zoom-in-whitePerbesar
Indikator bensin mobil. Foto: dok. Driving

Setiap pemilik mobil memiliki kebiasaan yang berbeda-beda dalam mengisi bahan bakar. Ada beberapa orang yang selalu rutin mengisi bahan bakar sebelum benar-benar habis, namun ada juga beberapa lainnya yang sering melakukan pengisian BBM saat indikator sudah mencapai E (emergency).

Khusus kebiasaan terakhir ini, jelas tidak dibenarkan. Karena bisa menimbulkan beberapa efek buruk pada kendaraan. Menurut Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi, kebiasaan mengisi bahan bakar saat posisi indikator sudah pada posisi E bisa berpotensi membuat tangki bahan bakar menjadi kotor.

“Biasanya mobil-mobil sekarang filternya ada di dalam tangki, bukan di luar jadi penggantiannya juga cukup lama--80 ribu kilometer, kotor atau tidaknya kita tidak tahu karena penggantiannya cukup lama,” terang Didi kepada kumparan.

Lebih lanjut, Didi menambahkan jika filter bensin kotor, alhasil aliran bahan bakar yang disalurkan pada ruang bakar menjadi tidak lancar.

Tangki bensin Foto: Citra Pulandi Utomo/kumparanOTO

Mengingat pergantian filter cukup jauh, ketika hal tersebut terjadi, pemilik mobil mau tidak mau harus mengganti filter bensin hingga pengurasan tangki BBM supaya lebih maksimal. Artinya, harus mengeluarkan uang lebih lagi.

“Tapi kalau dari segi mutu bahan bakarnya, kita kan nggak tahu apakah kotor dan segala macam, yang kita khawatirkan kotoran itu kalau di bawah (tangki) terbawa ke pompa bensin,” ucap Didi.

Selain dari segi teknis, Didi melihat kebiasaan tersebut dari segi kedaruratan. Terutama ketika kondisi bensin sudah hampir habis namun tidak bisa menemukan SPBU terdekat.

“Kalau saya lihatnya dari case emergency (soal bensin sisa sedikit di tangki), misalnya sedang emergency (kehabisan bensin) kita enggak perlu nyari-nyari pom bensin lagi,”

Nah, untuk menghindari hal-hal tersebut, Didi menyarankan untuk selalu membiasakan menyisihkan bensin setidaknya seperempat. Sehingga, tak perlu panik atau khawatir harus mengganti filter bensin.

“Tapi ya jangan dibiasakan juga sampai habis (bensin), disisakan saja minimal sudah seperempat diisi lagi,” tutup Didi.