Pemilik Mobil Wajib Tahu, Ini Tanda Fan Belt dan Timing Belt Sudah Harus Diganti

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi karet fan belt yang sudah rusak. Foto: autopartsu.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi karet fan belt yang sudah rusak. Foto: autopartsu.com

Pemilik mobil harus paham beberapa komponen vital yang ada pada mesin kendaraan. Ini penting supaya tahu kapan komponen itu harus diservis atau diganti.

Dari berbagai komponen yang ada pada mesin mobil, terdapat 2 komponen yang punya peran krusial, yakni timing belt dan fan belt. Kendati punya nama yang hampir mirip, kedua komponen ini punya peranan yang berbeda.

Dealer Technical Support Department Head PT Toyota Astra Motor (TAM), Didi Ahadi, menjelaskan timing belt merupakan sebuah sabuk atau rantai yang menghubungkan komponen crankshaft dengan camshaft.

Timing belt digunakan untuk memutar (komponen) internal mesin dari crankshaft ke camshaft," ujar Didi kepada kumparan (20/12).

Ilustrasi timing belt a.k.a timing chain. Foto: automotivesupercenter.com

Putaran crankshaft dihasilkan dari pulley piston yang disambung dengan menggunakan rantai atau sabuk ke pulley camshaft untuk mengatur bukaan katup masuk dan katup keluar udara.

Sementara untuk fan belt, memiliki fungsi sebagai penghubung beberapa pulley yang tidak berkaitan dengan blok mesin. "Fan belt atau biasa disebut serpentine belt berfungsi untuk menghubungkan komponen seperti alternator, AC, dan lainnya," sambung Didi.

Sumber putaran fan belt itu berasal dari putaran mesin yang dihasilkan oleh crankshaft piston di dalam mesin.

Jadwal perawatan

Karena termasuk salah satu komponen yang selalu bergerak dan bekerja ketika mobil digunakan, perawatan rutin terhadap kedua komponen itu tentu perlu dilakukan. Khusus timing belt, diperlukan penggantian setidaknya setiap kelipatan 100 ribu km.

Ilustrasi fan belt a.k.a erpentine belt. Foto: underhoodservice.com

"Penggantian setiap 100 ribu km, biasanya tanda sudah harus diganti muncul bunyi kasar dari dalam mesin," sambung Didi.

Jika tidak dilakukan penggantian, timing belt yang sudah termakan usia tersebut rawan terputus dan menyebabkan kerusakan komponen lain di dalamnya.

"Kalau putus bisa saja klemnya bengkok kehajar piston," lanjut Didi.

Didi menambahkan, khusus mobil bermesin diesel umumnya memiliki indikator penggantian timing belt yang akan menyala setiap kelipatan 100 ribu km atau dapat melihat label penggantian pada area cover mesin.

Ilustrasi timing belt. Foto: davesautorepairutah.com

Sedangkan untuk perawatan serpentine belt, menurutnya cukup dibersihkan menggunakan cairan khusus atau degreaser. Adapun, untuk penggantian belt-nya tergantung dari kondisi karet belt itu sendiri.

"Kalau misalnya itu kering segala macam kan berdecit ketika mesin pertama kali dinyalakan, nah itu artinya kering, bisa kemungkinan sudah kendor dan harus diganti. Sebenarnya kalau itu (serpentine belt) tidak ada acuannya (penggantian), kalau misalnya ada keretakan ganti, atau biasanya nanti pihak bengkel akan merekomendasikan untuk dilakukan penggantian," tukasnya