Pemotor, Begini Antisipasi Lewati Jalan Licin
·waktu baca 2 menit

Sedang ramai peristiwa pemotor kerap terjatuh saat melewati intersection di Jalan Sudirman, Kota Medan. Permukaan jalan disebut terbuat dari bahan licin seperti keramik.
Meski, Pemerintah Kota Medan telah menegaskan bahwa jalan tersebut bukan terbuat dari keramik. Melainkan, akibat dari proses pengerjaan proyek yang belum selesai sehingga menyebabkan licin.
“Itu anggarannya Rp 1,7 miliar. Jadi itu, kan, rigid beton yang dikasih finishing coating, setelah di-coating ada tahap pencucian lagi dengan bahan kimia. Jadi itu belum dicuci sudah dilalui, itu yang buat (jalan) licin, jadi bukan keramik,” kata Kadis Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Medan, Topan Ginting, di Gedung DPRD Medan belum lama ini.
Bagi yang sekadar melihat tentu akan beranggapan jalan tersebut terbuat dari keramik karena citra yang ditampilkan begitu mengkilap, lalu warna daripada jalan tersebut juga terlihat terang. Tidak seperti aspal yang terlihat legam.
Ketua Bidang Road Safety & Motorsport Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Victor Assani mengatakan, pengendara motor wajib waspada bila berjumpa dengan karakteristik jalan yang serupa di Kota Medan tersebut.
"Hal terpenting adalah jangan memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Dengan kecepatan yang tidak terlalu tinggi maka pengendara akan lebih mudah mengontrol kendaraanya alias bisa lebih berhati-hati. Kalaupun misalnya karena kondisi jalan sangat parah (licin ekstrem) misalnya terjatuh pun maka tidak berakibat fatal," buka Victor kepada kumparan.
Bila telanjur menginjak jalan yang licin seperti itu, lanjut Victor sebaiknya tidak spontan untuk menarik tuas rem dengan kuat. Sebab, potensi terjatuh akan semakin besar, lebih baik tuas gas dibiarkan tertutup.
"Kalau berbicara kecepatan yang ideal sebenarnya semakin pelan, relatif akan semakin aman. Tapi pelan dan jalan secara stabil, sehingga saya pikir kecepatan sebaiknya berada 20-30 km/jam," jelasnya.
Lebih lanjut, usahakan menahan dan memegang kemudi dengan kuat dan postur tubuh yang kokoh. Hindari terlalu banyak menggerakkan setang ke kiri atau kanan, menghindari berkurangnya traksi roda ke permukaan jalan.
Selain itu, menurut Victor, kasus yang terjadi di Kota Medan itu sekaligus sebagai pengingat kembali untuk pengendara bermotor bahwa persiapan sebelum perjalanan adalah hal yang sangat penting.
"Dalam berkendara kita seharusnya juga paham kondisi jalan pada rute yang kita lewati, sehingga kita bisa antisipasi. Kemudian untuk kondisi kendaraan yang dibawa itu pastikan selalu dalam keadaan prima, kalau seperti kasus ini adalah bannya," paparnya.
***
