Pemotor, Begini Teknik Jatuh dari Motor untuk Hindari Cedera Fatal

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mencoba Honda CB150X di test track AHM Safety Riding & Training Center (13/12). Foto: dok. Astra Honda Motor
zoom-in-whitePerbesar
Mencoba Honda CB150X di test track AHM Safety Riding & Training Center (13/12). Foto: dok. Astra Honda Motor

Pemotor rawan mengalami kecelakaan dan terjatuh dari motor di jalan raya. Mengingat moda transportasi ini cuma bertumpu pada dua roda, dan penting untuk selalu seimbang.

Banyak faktor yang membuat pengendara motor dapat kehilangan keseimbangannya, misalnya tergelincir karena jalan licin atau tidak mampu menghindar objek yang ada di depannya.

Nah bila sudah telanjur harus terjatuh, apakah ada tips supaya tak mendapat cedera fatal?

Safety Riding Departement Head PT Astra Honda Motor Johanes Lucky Margo Utomo menanggapi soal situasi pengendara jatuh dari sepeda motor motor ini.

Mencoba Honda CB150X di test track AHM Safety Riding & Training Center (13/12). Foto: dok. Astra Honda Motor

“Wah, teknik jatuh (dari motor) ya, kalau bisa sih jangan sampai jatuh, ya,” buka Lucky saat sela pemaparan materi safety riding secara virtual beberapa waktu yang lalu.

Namun, Lucky membeberkan hal pertama yang harus dilakukan oleh pengendara ketika menghadapi situasi yang berpotensi pengendara terjatuh dari motornya.

“Kalau sampai terjatuh itu, sepeda motor harus dilepas. Artinya kita (pengendara) dan sepeda motor harus berpisah gitu, ya. Ini setidaknya untuk mengurangi momentum massa yang berlebih,” ujar Lucky.

Selain itu pengendara motor yang hendak jatuh, sebisa mungkin menempatkan diri untuk posisi berguling.

Test ride generasi baru Honda Vario 160 yang resmi dipasarkan di Indonesia, 2 Februari 2022. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO

“Untuk meminimalisir benturannya, kita harus berguling. Jadi untuk menyerap, itu kan ada energi kinetik yang cepat itu, jadi untuk menyerapnya kita berguling,” sambung Lucky.

Lucky juga mengatakan perlunya untuk memperhatikan titik-titik bagian tubuh yang bertumpu saat terjatuh.

“Nah, titiknya ketika berguling, jangan sampai kena area titik yang (area tubuh) depan ini. Kenanya diarahkan ke bagian bahu dan belakang sini, jadi titik benturannya kita arahkan ke situ, dan tangan depan melindungi area tubuh bagian depan,” pungkasnya.

Hal tersebut, Lucky menuturkan, agar benturan pada bagian yang vital seperti rusuk, jantung, dan area depan tubuh ketika terjatuh tidak mengalami cedera parah.

Meski begitu, Lucky tak menampik bahwa teknik tersebut cukup sulit untuk dilakukan pada kejadian sebenarnya bagi sebagian orang.

Maka dari itu, pentingnya mengikuti sesi keselamatan berkendara agar dapat melatih kemampuan tersebut.

“Tapi ini, mohon maaf ya, memang mudah untuk diucapkan tetapi actual-nya engga gampang, aktualnya bisa terjadi macam-macam. Nah, di tempat latihan kita itu ada juga materi teknik jatuhnya pengendara motor,” tutup Lucky.