Pemotor Terpaksa Hajar Lubang Jalan, Jangan Langsung Ngerem!

Kondisi jalan yang beragam memaksa pemotor harus selalu waspada. Apalagi pada musim penghujan, permukaan jalan mulai berlubang.
Kalau sudah begini pemotor dituntut ekstra hati-hati. Sebab potensi motor menghajar lubang jalan begitu besar, utamanya ketika berada di belakang mobil.
Tanpa diketahui bisa saja mobil mengolongi lubang jalan. Apabila jarak pemotor dengan mobil di depannya dekat, akan susah bermanuver menghindari lubang jalan, sehingga mau tidak mau menghajarnya.
Selalu ingat pemotor harus langsung berdiri
Instruktur Keselamatan Berkendara Astra Honda Motor (AHM) Hendrik Ferianto mengatakan, manakala dihadapkan kondisi tersebut, selalu ingat untuk langsung menyesuaikan posisi duduk.
"Lakukan postur berkendara berdiri, untuk mencegah mata berguncang, kalau tidak berdampak pada keseimbangan. Dengan berdiri kita masih bisa menjaga keseimbangan," ujar Hendrik kepada kumparan, Jumat (30/10).
Posisi tersebut juga efektif meredam efek benturan keras, ketika ban depan menghajar lubang jalan. Cara ini juga sebagai upaya mendistribusikan bobot ke belakang motor.
Hindari posisi duduk, karena tubuh akan langsung menerima dampak energi benturan, akibatnya bisa menimbulkan cedera.
Tak kalah penting, jangan langsung melakukan pengereman saat ban masuk lubang. Bila mengerem, khawatir ban terkunci dan pemotor bisa terlempar ke depan.
Agak sulit memang karena refleks orang akan berbeda-beda. Namun Hendrik menilai, membiarkan roda berputar untuk menghantam lubang karena deselerasi, merupakan momentum terbaik guna terhindar dari celaka.
"Ini juga untuk mengurangi dampak yang diterima roda, sederhananya dengan tidak mengerem, maka dampak benturan dirotasi oleh roda," sambung Hendrik.
Sesudah itu ada baiknya menepi dulu pada area yang aman dan diperbolehkan untuk berhenti. Kemudian cek kaki-kaki, apakah ada kebocoran suspensi atau shockbreaker. Periksa pula keadaan velg, masih semula atau terjadi deformasi.
Hal ini supaya memastikan motor tetap ideal digunakan melanjutkan perjalanan. Bila ada kerusakan lebih baik langsung perbaiki, bisa menyambangi bengkel terdekat atau memanggil layanan darurat dan bengkel berjalan, yang umumnya dimiliki masing-masing pabrikan.
