Pengamat: Jadikan Mobil Nasional Momen Reindustrialisasi Berkelanjutan

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mobil konsep i2C di GIIAS 2025. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Mobil konsep i2C di GIIAS 2025. Foto: Shutterstock

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah mengusulkan realisasi mobil nasional untuk menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN).

Menanggapi hal ini, pengamat otomotif sekaligus akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Pasaribu mengatakan, perlu ada komitmen awal yang kuat dalam realisasi berkelanjutan dari pemerintah.

”Pastikan serapan batch produksi awal yang solid sebagai jangkar permintaan domestik via pengadaan pemerintah akan memperkuat daya saing jangka panjang,” ucap Yannes kepada kumparan beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, ketika penyerapan awal mobil nasional mendapat respons positif, maka mampu memantik konsumsi di gelombang berikutnya. Alhasil, program mobil nasional bisa terus berlanjut.

Dosen, Peneliti, dan Pengamat Otomotif ITB Yannes Martinus Pasaribu menjadi pembicara pada kumparan New Energy Vehicle Summit 2025 di MGP Space, SCBD Park, Jakarta, Selasa (6/5/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

”Sehingga, menjadikan proyek ini (mobil nasional) bukan sekadar ambisi sementara, melainkan pondasi reindustrialisasi berkelanjutan bagi Indonesia,” sambungnya.

Menurut Yannes, hal utama yang perlu dilakukan adalah menyiapkan industri rantai pasok komponen secara terintegrasi. Sehingga mampu meminimalisir aktivitas impor.

“Demi sustainability-nya, pemerintah harus memperhatikan beberapa aspek spesifik secara terintegrasi, mulai dari adanya satu institusi profesional yang mengkoordinasikan seluruh pembangunan ekosistem industri,” ujar Yannes.

“Seperti penguatan rantai pasok komponen inti dari industri parts domestik, agar mengurangi ketergantungan impor dan mendukung pertumbuhan ekonomi dalam negeri,” sambungnya.

Kemudian, perlu adanya riset dan produksi secara lokal, sehingga target pemenuhan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tinggi bisa tercapai. Termasuk pengembangan sumber daya manusia di bidang industri rantai pasok komponen otomotif.

Sudah ada produknya

Mobil konsep i2C di GIIAS 2025. Foto: Shutterstock

Wacana mobil nasional kembali menguat usai Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyebut bahwa rencana tersebut telah diusulkan masuk ke dalam PSN.

”PSN sudah saya usulkan karena kementerian yang memiliki kewenangan untuk menetapkan PSN dan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) itu sekarang sudah dipindahkan ke Bappenas, bukan lagi di Kemenko Ekonomi,” kata Agus di sela acara kumparan AI for Indonesia di Jakarta, Kamis (23/10)

Menperin kian menegaskan bahwa pihaknya telah menandatangani surat usulan ke Bappenas terkait penetapan proyek mobil nasional. ”Jadi ini merupakan garis kebijakan dari bapak Presiden. Itu bisa dijadikan statusnya sebagai PSN,” imbuhnya.

Bahkan, produk dan perusahaan yang akan ditunjuk sudah diketahui. “Barangnya sudah ada dan perusahaannya saya juga sudah bertemu, tapi saya tak bisa sampaikan sekarang ke publik. Tetapi intinya semua sudah siap,” terang Agus.

”Dengan penetapan status PSN itu harusnya semua hal yang berkaitan dengan persiapan hingga implementasi itu bisa lebih cepat sesuai dengan harapan bapak Presiden,” pungkasnya.