Pengamat: Konsumen Mobil Listrik Mayoritas ‘Fomo’

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas mengisi daya baterai pada mobil listrik saat rangkaian apel siaga pengamanan pasokan ketenagalistrikan KTT G20 dan Yantek Optimization di Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa (1/11/2022). Foto: Nyoman Hendra Wibowo/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas mengisi daya baterai pada mobil listrik saat rangkaian apel siaga pengamanan pasokan ketenagalistrikan KTT G20 dan Yantek Optimization di Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa (1/11/2022). Foto: Nyoman Hendra Wibowo/ANTARA FOTO

Pengamat otomotif sekaligus pakar kelistrikan Institut Teknologi Bandung (ITB), Agus Purwadi menilai bahwa pertimbangan konsumen membeli mobil listrik bukan atas dasar peduli terhadap isu lingkungan, tapi cuma sekadar untuk mengikuti tren.

“Menurut saya, mereka (yang beli mobil listrik) karena peduli lingkungan masih jauh lebih sedikit daripada kebutuhan untuk gaya atau ingin punya status yang beda aja,” kata Agus saat ditemui di Jakarta belum lama ini.

Terlebih menurutnya, harga mobil listrik yang dipasarkan di Indonesia saat ini masih dibanderol dengan harga yang relatif tinggi. Itu berada di luar rata-rata harga psikologis konsumen - menurut Gaikindo berada di kisaran Rp 300 jutaan.

Sehingga, lanjut Agus, saat ini mayoritas konsumen mobil setrum di Indonesia didominasi kalangan atas yang tak ingin tertinggal tren atau istilah saat ini fear of missing out (Fomo).

“Banyak mobil plug-in hybrid yang juga enggak pernah dicas, kalau dicas itu juga pakai mesin saja. Jadi mereka yang beli mobil listrik karena kesadaran lingkungan masih sedikit, harus diakui,” pungkasnya.

Penjualan mobil listrik melonjak

Mobil listrik Wuling Air ev. Foto: dok. Wuling Motors

Mengacu data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik mengalami lonjakan signifikan dibanding tahun 2021.

Asosiasi mencatat, sebanyak 10.327 unit mobil listrik terjual secara wholesales-distribusi dari pabrik ke diler, atau naik dibanding tahun 2021 yang hanya mencatatkan 685 unit.

Menyoal modelnya, mobil listrik paling terjangkau saat ini, Wuling Air ev jadi yang terlaris dengan membukukan angka 8.053 unit dan mengambil porsi 77,9 persen dari total market.

Sementara Hyundai IONIQ 5 membuntuti pada posisi kedua dengan raihan 1.829 unit atau berkontribusi 17,7 persen. Berikut daftar lengkap penjualan mobil listrik dalam negeri selama 2022.

  • Wuling Air ev - 8.053 unit

  • Hyundai IONIQ 5 - 1.829 unit

  • Genesis G80 Electrified - 134 unit

  • Lexus UX300e - 127 unit

  • Nissan Leaf - 63 unit

  • Hyundai Ioniq - 45 unit

  • MINI Electric - 32 unit

  • Toyota C+Pod - 12 unit

  • DFSK Gelora E - 11 unit

  • Toyota bZ4X - 1 unit.

***