Penjualan Honda Mobilio Terperosok di Segmen LMPV, HPM Andalkan Model BR-V
ยทwaktu baca 2 menit

Kosong, adalah angka penjualan wholesales Honda Mobilio pada September kemarin. Bahkan sejak dua bulan terakhir, PT Honda Prospect Motor (HPM) tak terlihat melakukan pengiriman unit LMPV itu dari pabrik ke diler.
Hasil itu menempatkan Mobilio duduk di dasar klasemen distribusi segmen LMPV sepanjang bulan ke-9 tahun ini, mengacu data yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo.
Wholesales LMPV September 2024
Toyota Avanza 4.798 unit
Mitsubishi Xpander 1.858 unit
Daihatsu Xenia 857 unit
Hyundai Stargazer 831 unit
Wuling Confero 569 unit
Suzuki Ertiga 381 unit
Nissan Livina 1 unit
Honda Mobilio 0 unit.
Pun dengan performa penyaluran Mobilio sepanjang tahun 2024, dari Januari hingga September jumlahnya hanya 421 unit. Perolehan yang tidak berubah sama sekali sejak Juni lalu, hasil itu juga hanya lebih baik dari Nissan Livina.
Wholesales LMPV Januari-September 2024
Toyota Avanza 33.018 unit
Mitsubishi Xpander 13.856 unit
Hyundai Stargazer 8.350 unit
Daihatsu Xenia 7.753 unit
Suzuki Ertiga 4.383 unit
Wuling Confero 1.404 unit
Honda Mobilio 421 unit
Nissan Livina 152 unit.
Sales & Marketing and Aftersales PT HPM, Yusak Billy mencoba menjelaskan produk LMPV semata wayangnya itu. Menurutnya, untuk portofolio 7-seater saat ini diserahkan ke model lainnya yaitu Honda BR-V.
"Untuk 7-seater kita fokus pada LSUV, BR-V. Kalau untuk Mobilio (pesanan) fleet yang saat ini banyak permintaannya, bisa 95 persen untuk varian S manual," ujar Billy ditemui di Jakarta akhir pekan kemarin.
Menilik laman resmi perusahaan, Mobilio kini hanya tersedia satu pilihan varian dan transmisi yaitu S M/T alias tipe paling bawah dari sebelumnya yang tersedia varian lain seperti RS. Banderolnya saat ini dilepas Rp 239,6 juta on the road (OTR) Jakarta.
Kelengkapannya berupa dual SRS airbags, rem ABS+EBD+BA, ISOFIX, parking sensor, auto door lock by speed, hingga immobilizer, dan interior warna hitam. Selain daripada tampilannya yang sangat sederhana khas varian trondol.
"Permintaannya ada di fleet, untuk retail sudah tidak ada permintaan, sudah hampir tidak ada. Jadi kita fokusnya ke LSUV yang lebih cocok dengan jalanan di Indonesia, ground clearance tinggi," jelas Billy yang juga enggan membeberkan kelanjutan nasib Mobilio ke depannya.
***
