Penjualan Lesu, Pesanan Bus di Karoseri Laksana Turun 10 Persen

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Logo karoseri bus Laksana. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Logo karoseri bus Laksana. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

Kondisi industri otomotif nasional saat ini tengah mengalami penurunan. Bukan hanya penjualan mobil penumpang yang anjlok hingga 8,6 persen secara Year-on-Year (YoY) antara semester pertama 2024 dan 2025, koreksi penjualan ini rupanya juga dialami oleh perusahaan karoseri bus.

Technical Director Laksana, Stefan Aman mengungkap adanya defisit penjualan di sektor otomotif nasional, selaras dengan kondisi ekonomi secara keseluruhan.

“Untuk diketahui bersama memang ekonomi secara keseluruhan, di otomotif apalagi, semuanya memang mengalami koreksi,” ucap Stefan kala dijumpai di Laksana Headquarter, Ungaran, Jawa Tengah pada Selasa (15/7/2025).

Bus dengan tipe bodi Laksana Tourista SR3 (kanan) dan Laksana Tourista SR2 (kiri). Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

Stefan melanjutkan, periode Januari hingga Juni 2025 telah mengalami penurunan. “Semester pertama kami melihat memang ada koreksi 10 persen,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Stefan berharap semester dua 2025 mampu mencatatkan performa positif. Sehingga penurunan penjualan hingga akhir 2025 tidak mencapai 10 persen.

Ia turut menjelaskan sejumlah alasan yang menyebabkan adanya penurunan angka penjualan. Utamanya terkait daya beli masyarakat yang menurun.

“Faktornya ada beberapa ya, mungkin daya beli masyarakat memang turun. Segala hal bisa terjadi,” kata Stefan.

Bus listrik Laksana Nucleus 6. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

Tapi, ada faktor lain yang berhubungan dengan jatuhnya Hari Raya Idul Fitri tahun 2025 yang dekat dengan momen tahun baru 2025 lalu.

“Kami melihat juga ada faktor kalender. Lebaran posisinya semakin maju mendekati awal tahun. Jadi, momen Lebaran yang biasanya menjadi momen besar untuk industri otomotif atau karoseri ini menjadi seperti menyatu dengan momen akhir tahun,” tutupnya.

Laksana lanjut Stefan mengeklaim, saat ini mampu memproduksi sekitar 1.200 sampai 1.500 unit bus setiap tahunnya. Adapun 1.000 unit di dalamnya diperuntukkan sebagai armada bus Transjakarta.