Penjualan Mobil Juli 2021 Terkoreksi 8,4 Persen, Efek PPKM Level 4

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana GIIAS 2019, di ICE BSD, Tangerang Selatan. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana GIIAS 2019, di ICE BSD, Tangerang Selatan. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Mengawali semester 2 2021, penjualan mobil baru di Indonesia kembali mengalami penurunan. Berdasarkan data yang dirilis Gaikindo, terjadi penurunan 8,4 persen pada wholesales --distribusi dari pabrik ke diler-- dan 2,6 persen pada ritel --distribusi dari diler ke konsumen--.

Bila pada Juni 2021 lalu, penjualan wholesales mencatatkan angka 72.720 unit, kini terkoreksi menjadi hanya 66.369 unit. Sementara untuk ritel, penjualannya hanya 64.028 unit atau turun 1.687 unit dibandingkan Juni yang sukses terdistribusi 65.715 unit.

Terjadinya tren penurunan penjualan ini nampaknya dipicu terjadinya kenaikan kasus COVID-19 serta adanya pemberlakuan PPKM Darurat atau PPKM Level 4 dan 3 yang resmi diberlakukan sejak 3 Juli 2021 lalu.

kumparan post embed

Sama seperti PSBB Ketat pada 2020 lalu, selama pemberlakuan PPKM Darurat atau PPKM Level 4 dan 3 ini, seluruh aktivitas masyarakat termasuk diler mobil di Pulau Jawa dan Bali dibatasi sangat ketat. Akibatnya, banyak masyarakat kemungkinan besar menunda rencana pembelian mobilnya dikarenakan takut beraktivitas keluar serta mobilitasnya yang dibatasi.

"Kan selama Juli kemarin ini ada PPKM Darurat, semua pihak tentu harus patuh pada peraturan pemerintah termasuk operasional diler. Karena balik lagi, kesehatan masyarakat tetap berada di atas segala-galanya," terang Ketua 1 Gaikindo, Jongkie Sugiarto saat dihubungi kumparan, Senin (16/8/2021) sore.

Booth Daihatsu di GIIAS 2019 Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Kendati mengalami penurunan penjualan dibandingkan bulan lalu, capaian pada Juli 2021 ini masih jauh lebih baik dibandingkan Juli 2020 lalu.

Masih mengacu pada data Gaikindo, penjualan wholesales pada Juli 2021, mengalami eskalasi hingga 163,6 persen dibandingkan Juli 2020 lalu yang hanya 25.285 unit. Demikian juga dengan penjualan ritelnya, yang melonjak 78,9 persen dibandingkan Juli 2020 yang hanya 35.799 unit.

kumparan post embed

Penjualan Januari-Juli

Sementara bila direkap dari Januari hingga Juli 2021, penjualan wholesales di Tanah Air sudah membukukan angka 460.105 unit atau tumbuh 60,8 persen dibandingkan periode sama 2020, sebesar 286.217 unit.

Sedangkan untuk ritelnya, berhasil terdistribusi hingga 451.872 unit atau meningkat 38,5 persen dibandingkan Januari hingga Juli tahun lalu yang hanya 326.379 unit.

Toyota Avanza di GIIAS 2019. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO

Toyota Masih Paling Laris

Dari total penjualan wholesales 66.639 unit dan retail sales 64.028 unit, Toyota masih jadi merek terlaris di Indonesia. Dalam hal wholesales, Toyota berhasil meniagakan sebanyak 21.763 unit kendaraan pada Juli 2021 atau turun 6,5 persen dibandingkan Juni yang mencatatkan 23.271 unit.

Sedangkan untuk ritelnya, Toyota justru berhasil menorehkan pertumbuhan positif 13,1 persen dari 19.392 unit pada Juni menjadi 21.933 unit pada Juli.

Menguntit di posisi kedua, terdapat Mitsubishi yang berhasil menggeser Daihatsu sebagai rajanya runner-up pada klasemen wholesales. Mitsubishi berhasil mengalami peningkatan penjualan signifikan hingga 60,9 persen dari 6.793 unit pada Juni menjadi 10.927 unit pada Juli.

Mitsubishi Xpander di IIMS Hybrid 2021. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Sementara untuk penjualan ritelnya, posisi kedua masih ditempati oleh Daihatsu dengan capaian 10.170 unit atau terkoreksi 18,7 persen dari 12.514 unit pada bulan sebelumnya.

Selanjutnya menutup posisi 3 besar wholesales, ditempati oleh Daihatsu, yang pada Juli ini mengalami penurunan penjualan cukup besar hingga 40 persen. Bila pada Juni lalu, Daihatsu berhasil membukukan 15.481 unit, pada Juli ini capaiannya hanya 9.284 unit.

Lagi-lagi, berbeda dengan wholesales, pada posisi ketiga penjualan ritel justru ditempati oleh Mitsubishi Motors. Merek berlambang tiga berlian ini mengalami pertumbuhan positif 4,8 persen dari 8.704 unit pada Juni menjadi 9.122 unit pada juli.

Berikut 20 besar penjualan wholesales dan ritel sales pada Juli 2021.

Penjualan Wholesales

  • Toyota - 21.763 unit (-6,5%)

  • Mitsubishi Motors - 10.927 unit (+60,9%)

  • Daihatsu - 9.284 unit (-40%)

  • Honda - 9.030 unit (+2,8%)

  • Suzuki - 6.274 unit (-30%)

  • Mitsubishi Fuso - 2.526 unit (+70,2%)

  • Wuling - 2.037 unit (-10,1%)

  • Isuzu - 1.826 unit (-9,5%)

  • Hino - 1.327 unit (-12,7%)

  • Nissan - 305 unit ( -4,1%)

  • Hyundai - 233 unit (-15%)

  • Kia - 222 unit (-14,9%)

  • DFSK - 213 unit (-1,4%)

  • Mercedes-Benz Commercial - 129 unit (+14,2%)

  • BMW - 111 unit (-36,6%)

  • Mercedes-Benz Passenger - 98 unit ( -44,6%)

  • Mazda - 82 unit (-64,3%)

  • Lexus - 63 unit (-45,7%)

  • Morris Garage / MG - 47 unit (-56,5%)

  • FAW - 44 unit (+193,3%).

Booth Suzuki di GIIAS 2019 Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Penjualan Ritel

  • Toyota - 21.933 unit (+13,1%)

  • Daihatsu - 10.170 unit (-18,7%)

  • Mitsubishi Motors - 9.122 unit (+4,8%)

  • Honda - 8.234 unit (+8,7%)

  • Suzuki - 6.508 unit (-10,5%)

  • Mitsubishi Fuso - 2.201 unit (-3,3%)

  • Isuzu - 1.792 unit (-13,8%)

  • Hino - 1.312 unit (-14,2%)

  • Wuling - 1.006 unit (-46,3%)

  • Kia - 261 unit (-13,6%)

  • Hyundai - 240 unit (-4,8%)

  • DFSK - 226 unit (-2,6%)

  • Nissan - 188 unit (-51,8%)

  • BMW - 125 unit (-38,1%)

  • Mazda - 123 unit (-52,7%)

  • Mercedes-Benz Passenger - 103 unit (-51%)

  • Mercedes-Benz Commercial - 94 (+51,6%)

  • Morris Garage/MG - 70 unit (-43,5%)

  • Lexus - 68 unit (-37,6%)

  • UD Truck - 65 unit (-44,9%).

***