Penjualan Mobil Listrik di GIIAS 2024 Naik 150 Persen, Ini Model Terlarisnya

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
BYD M6 yang dipamerkan di GIIAS 2024. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
BYD M6 yang dipamerkan di GIIAS 2024. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Kemunculan merek dan produk baru yang menjual mobil listrik di GIIAS 2024, diikuti dengan performa penjualannya yang semakin meningkat dibanding helatan yang sama tahun lalu. Kenaikannya bisa mencapai lebih dari 150 persen.

Beberapa pabrikan telah mengeluarkan data penjualan mobil listrik mereka selama 11 hari pameran, meski tidak semuanya dalam bentuk jumlah pasti Surat Pemesanan Kendaraan (SPK). Berikut data yang dirangkum kumparan.

Penjualan mobil listrik selama GIIAS 2024

  • BYD 2.920 unit

  • Wuling 1.800-an unit

  • Hyundai 1.210 unit

  • GAC Aion 1.118 unit

  • DFSK Seres 546 unit

  • Chery 500-an unit

  • Neta 327 unit

  • total 8.400-an unit.

Mobil Cloud EV dan Binguo EV di booth Wuling pada pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2024 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (18/7). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Hasil tersebut di luar dari merek premium lain yang juga menjual kendaraan elektrik murni. Namun, dari gambaran data tersebut bisa dilihat perbedaan mencolok bila dibandingkan dengan tahun lalu. Berikut detailnya.

Penjualan mobil listrik selama GIIAS 2023

  • Wuling 1.771 unit

  • Hyundai 776 unit

  • DFSK Seres 688 unit

  • Neta 162 unit

  • Kia 115 unit

  • total 3.300-an unit.

Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, Kukuh Kumara mengatakan selain semakin beragamnya produk baru yang bermunculan, faktor harga yang ditawarkan kini juga kian terjangkau.

"Peningkatan jelas ada karena sekarang sudah banyak muncul berbagai macam mobil listrik atau BEV baru, kemudian harganya itu mendekati daya beli sebagian besar masyarakat kita," ujar Kukuh dihubungi kumparan, Selasa (6/8).

Salah satu pemain debutan di GIIAS 2024, BYD langsung mencatatkan total penjualan fantastis dengan angka 2.920 unit. Mengantarkannya ke puncak klasemen sebagai brand China terlaris di salah satu pameran otomotif terbesar di Indonesia itu.

Mobil listrik Hyundai Kona Electric dan pengunjung GIIAS 2024 yang sedang melihat-lihat. Foto: Sena Pratama/kumparan

Produk barunya, BYD M6 diklaim mampu mendulang angka di atas 1.000 SPK, yang mana artinya merupakan dari setengah total SPK dan langsung mendominasi dibanding model-model lainnya seperti Dolphin, Atto 3, dan Seal.

"Masyarakat kita cari mobil baru kan Rp 300 juta ke bawah, ya naik-naik sedikit Rp 400 jutaan. Tetapi, mayoritas tetap di bawah Rp 300 juta seperti LCGC dan sebagainya. Begitu muncul mobil listrik mendekati harga itu, jadi menarik. Kenapa, masyarakat itu kan sensitif dengan harga dan juga bahan bakar," imbuh Kukuh.

BYD M6 menggebrak pasar elektrifikasi nasional karena wujudnya berupa MPV. Menariknya hadir dalam format 7 penumpang atau 6 penumpang pakai jok captain seat. Tak cuma itu, harga jualnya terbilang fenomenal.

  • BYD M6 Standard 7-seater Rp 379 juta

  • BYD M6 Superior 7-seater Rp 419 juta

  • BYD M6 Superior 6-seater Rp 429 juta.

Kemudian pabrikan Korea Selatan juga mencatatkan hasil manis lewat produk anyarnya Kona Electric. SUV listrik yang sudah diproduksi lokal itu telah dipesan sebanyak 627 unit, mengalahkan kakaknya IONIQ 5 yang mendapatkan 453 SPK dan IONIQ 5 N 130 SPK.

"Merek semakin banyak, orang-orang juga sudah berkesempatan mencoba. Begitu juga alternatifnya (baterai) macam-macam, ada yang lithium, LFP, dan sebagainya," kata Kukuh.

Tidak hanya karena produk dan harganya kompetitif, Kukuh juga bilang faktor yang menyebabkan penjualan mobil listrik di GIIAS tahun ini lebih tinggi dikarenakan perilaku konsumen yang sudah mulai berubah.

"Itu salah satunya, data kajian validnya memang belum ada. Hanya saja dari beberapa wawancara, kelompok generasi potensial middle class income yang muda ini mereka tidak terlalu terpaku pada brand sekarang. Kalau harganya masuk, mereka beli. Ada fitur yang menarik, juga beli. Pilihannya berubah," pungkasnya.

***