Penjualan Motor Turun 1,7 Persen, AISI Optimistis Target 6,4 Juta Unit Tercapai

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warna baru motor skutik Yamaha Grand Filano di IMOS 2024. Foto: Sena Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Warna baru motor skutik Yamaha Grand Filano di IMOS 2024. Foto: Sena Pratama/kumparan

Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia atau AISI, Sigit Kumala optimistis penjualan kendaraan roda dua di Tanah Air tetap sesuai target yang telah ditetapkan. Kendati, kondisi pasar tengah bergejolak.

"Saya sampaikan AISI masih menetapkan target (penjualan) hingga akhir tahun itu 6,4 juta hingga 6,7 juta unit. Ini tidak berubah karena penjualan sampai Agustus lebih kurang angkanya serupa dengan tahun lalu," buka Sigit ditemui di Jakarta, Rabu (10/9/2025).

Data asosiasi, distribusi sepeda motor dari pabrik ke diler anggota seperti Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, dan TVS sepanjang Januari-Agustus 2025 totalnya mencapai 4.269.718 unit. Dibanding periode sama tahun 2024, hasil itu turun 1,70 persen.

"Ya meski termasuk (ada penurunan) 1,7 persen, tetapi kami yakin ya. Karena secara historis biasanya semester 2 terjadi kenaikan atau lebih tinggi dibanding semester 1," papar Sigit.

Deretan motor Honda di IMOS 2024. Foto: Sena Pratama/kumparan

Beberapa faktor pendukung yang membuat Sigit yakin penjualan motor pada semester 2 akan membaik di antaranya seperti harga komoditas yang relatif stabil. Kemudian hasil panen pertanian yang positif, dan harapan pemerintah bisa belanja lebih banyak.

"Tantangannya masih dengan pertumbuhan ekonomi salah satunya, kalau ini memang hampir semua (industri) kena. Tetapi sebenarnya pasar sepeda motor itu petumbuhannya terbilang konstan, tidak banyak naik turun. Contoh setelah Covid-19 angka penjualan sudah bisa menyamai kembali sebelum pandemi," terangnya.

Sementara penyaluran selama bulan Agustus 2025 totalnya 578.041 unit, itu juga melandai tipis 1,53 persen dibanding Juli yang catatkan angka 587.048 unit. Namun kalau disandingkan pada periode serupa tahun 2024, justru lebih tinggi 2,3 persen.

Tren melemahnya permintaan tak hanya terjadi untuk pasar domestik. Performa serupa juga terjadi untuk pasar ekspor, contoh produk CKD (Completely Knocked Down) terkirim 678.227 unit atau lebih sedikit 10,3 persen dibanding bulan ke-7 2025.

Motor TVS Apache 310 dan iQube di IMOS 2024. Foto: Sena Pratama/kumparan

Penjualan wholesales sepeda motor Januari-Juli 2025 (4.269.718 unit)

  • Januari 560.301 unit

  • Februari 581.277 unit

  • Maret 541.684 unit

  • April 406.691 unit

  • Mei 505.350 unit

  • Juni 509.326 unit

  • Juli 587.048 unit

  • Agustus 578.041 unit.

Penjualan wholesales sepeda motor Januari-Juli 2024 (4.343.781 unit)

  • Januari 592.658 unit

  • Februari 558.685 unit

  • Maret 583.747 unit

  • April 419.136 unit

  • Mei 505.670 unit

  • Juni 511.098 unit

  • Juli 598.901 unit

  • Agustus 573.886 unit.