Perdana 'Touring' Pakai Motor Besar, Catat 5 Hal Penting Ini

kumparanOTOverified-green

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Salahsatu perseta sedang melakukan teknik zigzag Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Salahsatu perseta sedang melakukan teknik zigzag Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Touring jarak jauh menggunakan motor dengan cc dan dimensi yang besar alias moge (motor gede), terasa mengasyikkan. Namun perlu diperhatikan juga soal faktor keselamatannya, apalagi buat para 'newbie' atau yang baru menunggangi moge.

Pasalnya, kata Head of Safety Riding Promotion Wahana, Agus Sani, karakter moge dan motor kecil punya perbedaan yang signifikan. Jika salah antisipasi dan teknik berkendara potensi kecelakaan bisa saja terjadi. Nah sebagai bekal, berikut lima hal yang yang perlu diperhatikan, ketika punya rencana touring menggunakan moge.

1. Adaptasi

Peserta sedang mengikuti arahan instruktur Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Sebelum menyusun rencana perjalanan jauh, Agus menyarankan untuk melakukan adaptasi lebih dahulu dengan moge kelas menengah, dengan mesin 400-600 cc. Biasanya pembeda terletak pada besaran tenaga yang dihasilkan dan bobot kendaraan itu sendiri.

“Ini punya tujuan supaya tidak kaget ketika menaiki moge semisal 600-1000 cc. Jambakan gas nya punya karakter yang sangat berbeda dengan moge kelas menengah. Perlu diperhatikan juga bobot motornya. Adaptasi perlu,” katanya kepada kumparan, Senin sore (30/12).

2. Coba berkendara dalam kota

Honda CMX 500 Rebel Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Agus melanjutkan, untuk pengendara moge baru jangan langsung melakukan perjalanan jauh. Ini bertujuan untuk memahami karakter si motor, lebih lanjut kondisi jalan dalam kota yang bervariatif bisa jadi pembelajaran sebelum memulai touring jauh.

“Coba city riding terlebih dahulu, pahami karakternya, cara berbelok, bermanuver, dan menguasai si motor. Jangan motor yang menguasai kita,” ujarnya.

3. Ikuti pelatihan safety riding

Peserta The 20th Safety Japan Instructors Competition Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Tak usah sungkan untuk melakukan pelatihan safety riding. Belakangan ini banyak perusahaan swasta yang coba tawarkan jasa pelatihan mengendarai motor besar. Agus menyebut, sejatinya moge bukan cuma perkara beban atau dimensinya saja, tapi penting untuk memahami tenaga dan torsi yang dihasilkan dari mesin.

“Nanti kita arahkan untuk zig zag melewati slalom, cara mengerem, menggunakan kopling sampai membangunkan moge yang jatuh. Jangan sampai malah bikin tambah cidera. Ada dua cara membangunkan moge, bisa dari samping atau dari belakang,” katanya,

4. Fisik bugar

Pemanasan Sebelum Touring Motor Foto: dok. Istimewa

Pastikan ketika mengendarai sepeda motor jenis apa pun, selalu melakukan pemanasan seperti berolahraga dengan durasi 5-10 menit. Agus menjelaskan, hal ini bertujuan agar otot-otot tubuh tak alami kaku ketika pengendara riding dalam durasi yang lama.

“Pemanasan yang sederhana seperti merentangkan tangan, kaki, pinggang atau bagian tubuh lainnya. Tujuannya agar tak kram ketika baru pertama kali mengendarai sepeda motor besar. Wajib istirahat setelah 2-2,5 jam berkendara,” ujarnya.

5. Etika dan patuh peraturan

Rombongan konvoi motor besar. Foto: dok. Istimewa

Terakhir kata Agus, etika sopan santun adalah hal dasar yang wajib dimiliki semua pengendara sepeda motor. Membudayakan safety riding dalam kondisi jalanan apa pun. Ini punya tujuan agar perjalanan jauh atau touring bisa berjalan dengan lancar.

“Moge punya stigma negatif di masyarakat, lewat diri sendiri jadi teladan atau contoh untuk orang lain itu bagus,” katanya.

collection embed figure