Perlukah Banting Jok Usai Isi Bensin?

Ada satu keunikan ketika berada di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Sering kali kita melihat pengendara yang usai mengisi bensin, lalu menutup tangkinya, kemudian membanting joknya supaya langsung terkunci.
Ya, perilaku ini tentunya ditemukan pada pengendara motor yang tangkinya masih berada di bawah jok, tidak seperti Yamaha NMax atau Honda PCX yang tangki dan leher tangkinya berada pada dek tengah.
Tapi kalau dipikir-pikir, apakah memang harus membantingnya agar jok gampang terkunci? Coba menanyakan hal ini ke Technical Training Analyst PT Astra Honda Motor (AHM) Endro Sutarno, dirinya menjelaskan, cara tersebut sebenarnya bisa merusak komponen untuk mengunci jok.
"Sebenarnya enggak apa-apa dibanting, cuma besinya itu harus pas kena lubang. Yang jadi masalah kalau enggak pas, bisa rusak," terang Endro kepada kumparan beberapa waktu lalu.
Jelas Endro, perilaku tersebut dilakukan seiring usia pakai si motor. Sebab, lama-kelamaan karet yang jadi penahan antara jok dengan rangka motor bisa keras dan getas dengan sendirinya.
Maka dari itu, menekan jok dengan telapak tangan saja akan sulit membuatnya terkunci, karena jarak besi pengait jadi sedikit lebih dalam ketimbang motor yang masih baru, sehingga tak sedikit pemilik yang menerapkan 'bantingan' pada jok motornya tersebut.
"Ditekan sekeras apapun enggak bakalan rusak joknya," tambah Endro.
Pada kasus lain, karet yang keras ini juga jadi penyebab getaran pada jok. Karet yang getas bikin jok oblak. Maka jangan heran dalam keadaan idiling atau sekadar melibas jalanan yang 'berjerawat', getaran pada jok tak terelakan.
Namun begitu, supaya komponen pada motor punya usia panjang, Endro merekomendasikan untuk menutup jok dengan cara yang ringan. Dalam artian tidak perlu harus membanting atau memukul jok, cukup menekan pada bagian 'kancing' supaya terkunci.
Adapun bila mendapati karet penahan jok yang sudah keras, bisa menggantinya dengan yang baru. Caranya dengan memotongnya dan tempel karet yang baru.
