Perusahaan Jerman Tambah Investasi untuk Produksi Semikonduktor di Batam

20 Juni 2022 18:29
·
waktu baca 1 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Presiden Jokowi bersama Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Bogor, Kamis (16/6/2022). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi bersama Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Bogor, Kamis (16/6/2022). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
ADVERTISEMENT
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, memastikan perusahaan teknologi asal Jerman PT Infineon Technologies Batam bakal meningkatkan investasi untuk pengembangan dan produksi semikonduktor di Indonesia.
ADVERTISEMENT
"Kami menetapkan PT Infineon Technologies Batam sebagai National Lighthouse Industri 4.0 pada tahun ini, setelah melalui berbagai tahapan verifikasi," ujar Agus Gumiwang saat bertemu Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut, Agus mengatakan, Infineon Technologies Batam akan meningkatkan investasinya sebesar 35,37 juta euro atau setara Rp 569,3 miliar. Ini akan meningkatkan kapasitas produksi mereka hingga 65 juta per minggu hingga 2025.
Menperin Agus Gumiwang. Foto: Kemenperin
zoom-in-whitePerbesar
Menperin Agus Gumiwang. Foto: Kemenperin
Investasi itu nantinya akan bertambah menjadi 83,57 juta euro atau setara Rp 1,3 triliun untuk memenuhi kapasitas produksi hingga 150 juta per minggu sampai 2030. Adapun PT Infineon Technologies Batam saat ini memiliki kapasitas produksi 22 juta per minggu.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Kami melihat permintaan semikonduktor yang meningkat ini merupakan peluang investasi yang strategis. Indonesia perlu merebut peluang tersebut," kata Agus Gumiwang.
ADVERTISEMENT
Tak hanya itu, peningkatan kapasitas produksi semikonduktor itu diharapkan Agus dapat memenuhi kebutuhan semikonduktor untuk sektor otomotif.
"Selain itu, adanya perkembangan perangkat telekomunikasi dan otomotif, khususnya kendaraan listrik, serta digitalisasi di banyak sektor, juga semakin membuka kesempatan bagi industri semikonduktor," tutup Agus Gumiwang.
***
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020