Picu Kanker, Sarung Tangan Alpinestars Ditarik dari Pasaran

9 Juni 2022 6:13
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi produk Alpinestars Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi produk Alpinestars Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO
ADVERTISEMENT
Jenama perlengkapan berkendara sepeda motor asal Italia, Alpinestars diketahui menarik produknya dari pasaran lantaran dapat menyebabkan masalah kesehatan serius.
ADVERTISEMENT
Dilansir dari visordown.com, Komisi Eropa (EC) telah membuat laporan kepada Federasi Asosiasi Pengendara Sepeda Motor Eropa (FEMA) terkait salah satu produk sarung tangan Alpinestars yang mengandung bahan kimia Chromium (VI).
Menurut EC, bahan kimia tersebut dapat memicu reaksi alergi pada kulit serta dapat menimbulkan potensi menyebabkan kanker.
Alhasil, Alpinestars harus menarik semua stok sarung tangannya yang masih beredar di pasaran, serta tidak dapat menjual sarung tangan sebagai distributor, kecuali hanya melakukan penarikan peredaran.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Ilustrasi sarung tangan motor Alpinestars Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sarung tangan motor Alpinestars Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO
Adapun, salah satu produk sarung tangan yang diduga mengandung bahan kimia Chromium tersebut yakni GP Plus Gloves berwarna hitam putih.
Chromium sendiri merupakan senyawa beracun disebabkan sifat oksidannya yang tinggi. Sekali senyawa tersebut mengkontaminasi tubuh, dapat merusak organ tertentu seperti ginjal dan hati, tak terkecuali sel darah merah yang berasal dari reaksi oksidannya. Lebih-lebih reaksi tersebut dapat menyebabkan sel darah pecah, hingga gagal hati.
ADVERTISEMENT
Selain itu, Chromium juga berbahaya apabila terhirup dalam jangka waktu yang lama karena dapat menyebabkan kanker paru-paru, hidung, hingga sinus hidung.
Lebih jauh, khusus pada kasus sarung tangan Alpinestars yang mengandung Chromium, selain kanker juga dapat menyebabkan dermatitis atau infeksi kulit dan borok kulit, jika tidak ditangani.
***
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020