PLN Ubah Strategi Bangun SPKLU, Kini Ikuti Persebaran Kendaraan Listrik

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
SPKLU di Rest Area KM 166 Tol Cipali, pada Minggu (15/3/2026). Foto: Dok. kumparan
zoom-in-whitePerbesar
SPKLU di Rest Area KM 166 Tol Cipali, pada Minggu (15/3/2026). Foto: Dok. kumparan

Penentuan lokasi dan jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Indonesia tidak bisa disamaratakan dengan menetapkan jarak tertentu antar fasilitas pengisian daya.

PT PLN (Persero) kini melihat kepadatan kendaraan listrik di suatu wilayah sebagai salah satu pertimbangan dalam pengembangan infrastruktur pengisian daya. Strategi tersebut juga mulai diselaraskan dengan rencana ekspansi dan penjualan kendaraan listrik dari masing-masing produsen.

Executive Vice President of Corporate Strategic Planning PT PLN (Persero), Abdan Hanif Satria, mengatakan kebutuhan infrastruktur pengisian daya di setiap wilayah akan berbeda, seiring dengan tingkat populasi kendaraan listrik yang juga tidak merata.

"Mungkin beda, karena kepadatannya kan kita lihat juga akan berbeda di setiap lokasi. Tentu kita enggak akan terus tiba-tiba di satu lokasi yang kita tahu di situ enggak terlalu banyak EV, kita pasang kepadatan seperti itu," jelas Hanif kepada kumparan saat ditemui di JIExpo, Kemayoran, Kamis (27/8/2026).

Pengendara mengisi di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), Medan, Sumatera Utara. Foto: PLN UID Sumatera Utara/HO/ANTARA

Menurutnya, pendekatan pembangunan infrastruktur kendaraan listrik kini tidak lagi semata-mata dilakukan dengan membangun fasilitas pengisian daya lebih dulu. PLN mulai berdiskusi dengan produsen untuk memetakan arah pertumbuhan pasar kendaraan listrik dan kebutuhan infrastrukturnya.

"Jadi menurut saya ini sesuatu yang akan sangat bergantung bagaimana nanti strategi marketing dari para pemain, produsen EV ini juga. Intinya adalah PLN akan selalu siap di mana pun nanti charging station dibutuhkan, di mana pun home charging itu juga ingin dibangun, itu PLN siap," ungkapnya.

Perencanaan SPKLU diselaraskan dengan pasar EV

Strategi tersebut membuat kebutuhan SPKLU di Indonesia berpotensi berbeda-beda, tergantung karakteristik setiap daerah.

Wilayah dengan populasi kendaraan listrik yang tinggi tentu membutuhkan jumlah fasilitas pengisian daya yang lebih banyak dibandingkan daerah dengan jumlah kendaraan listrik yang masih terbatas. Di sisi lain, kebutuhan infrastruktur juga dapat berkembang seiring ekspansi penjualan kendaraan listrik ke daerah-daerah baru.

Hanif mengatakan PLN kini berupaya menyelaraskan pengembangan infrastruktur dengan strategi para produsen kendaraan listrik.

"Jadi kalau dulu kan kita promote dari awal, sudahlah mungkin mobilnya, motornya enggak terlalu banyak, kita pasang dulu. Kalau sekarang enggak seperti itu. Jadi kita ngobrol bagaimana strategi marketing dari para produsen EV ini, kita kerja sama bagaimana akan menentukan infrastruktur ekosistemnya," terang Hanif.

Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di rest area Tol Cipali, Jumat (28/3). Foto: Dok. kumparan

Selain persebaran SPKLU, ketersediaan pasokan listrik juga menjadi perhatian seiring penetrasi kendaraan listrik yang mulai berkembang di luar Pulau Jawa.

Menanggapi hal tersebut, Hanif mengatakan kapasitas pasokan listrik PLN, termasuk di wilayah seperti Sumatra, pada dasarnya masih mencukupi untuk mendukung pertumbuhan kendaraan listrik.

"Sebenarnya kalau dari suplai listrik, praktis itu cukup sebenarnya. Yang sekarang mesti dipastikan atau perlu diselaraskan adalah bagaimana rencana dari pengembangan penjualan itu sendiri," beber Hanif.

Menurutnya, tantangan pengembangan ekosistem kendaraan listrik saat ini bukan semata-mata mengenai ketersediaan pasokan listrik. PLN juga perlu mengetahui arah pertumbuhan pasar agar pembangunan infrastruktur dapat dilakukan di lokasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Untuk mendukung pengguna kendaraan listrik, PLN juga mengembangkan layanan EV Digital Services (EVDS) melalui PLN Mobile yang memudahkan pengguna mencari lokasi fasilitas pengisian daya.