PO Bagong Tambah Armada Baru 20 Bus Mercedes-Benz OH 1626 L
29 November 2025 15:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
PO Bagong Tambah Armada Baru 20 Bus Mercedes-Benz OH 1626 L
PO Bagong dan sejumlah PO lainnya melakukan serah terima bus Mercedes-Benz. #kumparanOTOkumparanOTO

ADVERTISEMENT
Perusahaan Otobus (PO) Bagong melakukan penandatanganan pengadaan 20 unit sasis bus Mercedes-Benz OH 1626 L bersama Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI), selaku pemegang merek kendaraan komersial Mercedes-Benz di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Nantinya, unit-unit bus tersebut akan beroperasi di rute Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Melintasi ruas jalanan tol Jawa dan Bali hingga trayek baru menuju pulau Sumatera di divisi MTrans dari PO Bagong.
“Kalau pada tahun 2022 itu kondisi transportasi AKAP berat, karena waktu itu masih pasca Covid. Kalau sekarang jauh lebih baik, apalagi sekarang beberapa ruas jalan tol sudah terhubung. Ke depannya di MTrans akan ada rute baru, jika saat ini hanya melayani rute Jawa dan Bali, nanti kami akan bawa juga ke pulau Sumatera,” ungkap Presiden Direktur PO Bagong, Budi Susilo di Tangerang, Jumat (28/11/2025).
Selain PO Bagong, sejumlah PO lainnya turut mengandalkan bus Mercedes-Benz sebagai armada perusahaannya. Seperti PO Agra Mas yang memboyong satu unit Mercedes-Benz OH 1626 L dengan bodi Tentrem.
ADVERTISEMENT
Bukan hanya Tentrem, DCVI juga berkolaborasi dengan karoseri Adiputro untuk menghadirkan bus pariwisata mewah dan nyaman. Unit tersebut menjadi armada PT Fajar Riau Wisata dengan sasis Mercedes-Benz OH 1626 S menggunakan bodi Adiputro Jetbus 5.
Selain itu, PT Sahabat Perjalanan Sejati turut menerima unit sasis bus premium Mercedes-Benz O 500 RSD 2445 Euro 5 dengan konfigurasi 3-axle.
Presiden Direktur DCVI, Naeem Hassim menyampaikan apresiasi terhadap para perusahaan karoseri dalam membangun citra transportasi darat nasional, serta memberikan kenyamanan kepada masyarakat Indonesia.
“Di era baru karoseri bus Indonesia ini, masyarakat Indonesia menunjukkan antusiasme tinggi pada perkembangan industri otomotif nasional. Ini akan meneruskan sejarah panjang Mercedes-Benz bus di Indonesia sekaligus menciptakan kisah sukses dan pengalaman baru ke depannya,” ungkap Naeem di kesempatan serupa.
ADVERTISEMENT
Proses membangun bus dari sasis Mercedes-Benz tak bisa sembarangan. Oleh karena itu, DCVI selalu mengontrol proses pembuatan bus dengan standar global Body Builder Advisor (BBA). Sehingga, selalu bisa memenuhi standar Mercedes-Benz Bodybuilder Guidelines yang dikeluarkan oleh Daimler Truck AG (DTAG).
