Polisi: 75 Persen Korban Kecelakaan Lalu Lintas Usia Produktif

10 Juli 2024 9:30 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi kecelakaan motor. Foto: Sofirinaja/Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kecelakaan motor. Foto: Sofirinaja/Getty Images
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Kurangnya kesadaran keselamatan saat berkendara mengakibatkan kecelakaan, mulai dari ringan, fatal dan berujung kematian. Korban kecelakaan juga bisa merugikan diri sendiri hingga orang lain, khususnya keluarga.
ADVERTISEMENT
Kasubdit Laka Ditgakum Korlantas Polri Kombes Pol Hotman mengungkapkan mayoritas kecelakaan lalu lintas di Indonesia terjadi akibat masyarakat yang mengabaikan keselamatan dirinya sendiri, dan secara tak langsung orang lain juga kena imbasnya.
Dari banyaknya kasus yang ditangani, masih ditemukan fatalitas akibat mengemudi di bawah pengaruh minuman beralkohol serta obat-obatan terlarang.
Sejumlah kendaraan bermotor mencoba melawan arah di persimpangan jalan Lampiri, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Rabu (3/5/2023). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Selain itu, melawan arus, melanggar batas kecepatan, hingga melanggar marka jadi penyumbang tingginya angka kecelakaan.
“Perlu diketahui bahwa sekitar 75 persen korban kecelakaan sia-sia di jalan adalah manusia produktif, ini bakal calon-calon orang sukses, bisa jadi direktur semua, tapi malah jadi korban kecelakaan,” ujarnya di kawasan Bekasi beberapa waktu lalu.
“Jadi kita harus sama-sama menjaga kalau dikatakan bonus demografi, banyak juga yang berguruan karena kecelakaan sia-sia di jalan. Usia produktifnya antara umur 14 sampai 25 tahun di antaranya merupakan tulang punggung keluarga,” imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Hotman mencontohkan, apabila yang terlibat kecelakaan di usia-usia produktif khususnya laki-laki atau kepala keluarga menjadi korban kecelakaan atau meninggal, kondisi tersebut justru memperparah ekonomi keluarga tersebut.
Ilustrasi evakuasi kecelakaan mobil. Foto: Gorodenkoff/Shutterstock
“Orang yang seharusnya menjadi tulang punggung, selama ini mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya jadi korban kecelakaan. Itu akan melahirkan suatu kemiskinan-kemiskinan baru,” tukasnya.
Hotman mengingatkan untuk senantiasa berpedoman pada keselamatan bersama saat berada di jalan. Hindari perilaku menyimpang saat mengemudikan kendaraan. Sebab bisa saja sudah hati-hati namun terkena imbas kesalahan pengguna jalan lain.
“Kondisi tersebut dapat mengakibatkan keluarga korban kecelakaan lalu lintas meninggal dunia dan luka berat. Juga merasakan kesedihan yang mendalam serta mengalami kemiskinan dan penurunan tingkat kesejahteraan,” paparnya.