Potong Margin Turunkan Harga Mobil, Menperin: Bukan Arahan, Tapi Misalnya

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengunjungi stand saat Pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (13/2/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengunjungi stand saat Pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (13/2/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyoroti penurunan pasar roda empat tahun sebesar 13,9 persen atau hanya 866 ribu unit.

Ia mengungkapkan kondisi tersebut berdampak pada penurunan ekonomi baik backward linkage Rp5,4 triliun dan forward linkage Rp4,6 triliun.

Saat memberikan sambutan di peresmian pabrik baru Daihatsu di Kawasan Industri Surya Cipta, Karawang Timur, Jawa Barat, Kamis (27/2/2025) iya menyebut bahwa perlu ada upaya, baik dari pemerintah maupun pelaku usaha untuk memperbaiki kondisi pasar otomotif.

Pengunjung mengamati bagian dalam mobil yang dipamerkan pada pameran Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (20/2/2023). Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

“Ini harus menjadi perhatian semua stakeholders. Tentu pemerintah merupakan kuncinya, sebab itu terus-terus kami berupaya untuk menerbitkan berbagai kebijakan bisa membantu reboundnya industri otomotif di Indonesia, tapi juga stakeholder lain yang saya berharap,” kata Agus Gumiwang.

Lebih lanjut, ia menambahkan soal strategi lain yang mungkin bisa berdampak positif terhadap penjualan.

“Misalnya, ya, ini misalnya ya. Ini bukan arahan tapi misalnya, sacrifice margin turunkan harga jual. Ini misalnya, silakan dipelajari bagi masing-masing perusahaan,” kata dia.

Industri otomotif menjadi salah satu kontributor terhadap ekonomi nasional. Pertumbuhan sektor ini memberikan dampak terhadap GDP yang pada akhirnya mendorong terciptanya lapangan kerja.

“Serta juga karena forward increase dan backlog increase-nya sangat tinggi, maka pertumbuhan sektor otomotif juga akan membantu pertumbuhan lain, sektor-sektor lain,” imbuhnya.