Prabowo Lantik Sarmuji Jadi Menperin Gantikan Agus Gumiwang

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
M. Sarmuji saat dilantik sebagai Menteri Perindustrian. Foto: Youtube/Biro Setpers
zoom-in-whitePerbesar
M. Sarmuji saat dilantik sebagai Menteri Perindustrian. Foto: Youtube/Biro Setpers

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi mengganti sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Salah satu posisi strategis yang mengalami penyegaran adalah kursi Menteri Perindustrian (Menperin) Republik Indonesia.

Dalam prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat di Istana Negara, Jakarta, Presiden Prabowo melantik M. Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian baru. Politikus Golkar tersebut resmi menggantikan posisi Agus Gumiwang Kartasasmita.

Sekjen Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, memberi sambutan pembuka pada acara Arahan Kemerdekaan di DPP Golkar, Jakarta Barat, Selasa (18/8/2026). Foto: Joakhim Tharob/kumparan

"Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara," ucap Sarmuji menirukan sumpah jabatan yang dibacakan Presiden Prabowo di Istana, Kamis (1/10).

Sarmuji, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekjen Partai Golkar dan anggota DPR RI, kini resmi mengemban amanah besar memimpin Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Lembaga ini merupakan regulator kunci yang mengawal berbagai kebijakan strategis, mulai dari insentif kendaraan listrik, penetapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), hingga peta jalan ekosistem manufaktur ramah lingkungan.

Kini, sejumlah isu krusial menanti sentuhan kebijakan Sarmuji. Tantangan utamanya meliputi kepastian keberlanjutan insentif kendaraan listrik (EV), penguatan rantai pasok komponen lokal, standardisasi emisi, hingga strategi mendongkrak kembali daya beli pasar otomotif roda empat dan roda dua.

Sarmuji diharapkan mampu menjaga iklim investasi manufaktur tetap kondusif dan kompetitif. Langkah ini vital untuk memperkokoh posisi Indonesia sebagai basis produksi utama sekaligus hub ekspor kendaraan bermotor di Asia Tenggara.