‘Prahara’: Jawara Motor Kustom dari Surabaya

Lewat Queenlekha Choppers, Muhammad Perdana Agung Satria yang karib disapa Yayak membuktikan ketelitian dan kerja keras tak akan membohongi hasil. Motor garapan builder asal Yogyakarta ini berhasil meraih gelar motor terbaik di gelaran Suryanation Motorland Battle (SML) Seri 5 Surabaya beberapa waktu lalu.
Bicara Queenlekha Choppers, bengkel kustom ini memang kerap kali jadi bintang di beberapa event kustom, baik dalam maupun luar negeri. Yang terbaru adalah ‘Prahara’ motor dengan jeroan mesin SnS Panhead 1200 cc lansiran 2018 kepunyaan Lufti Ardika.
“Konsep motornya memang mengarah ke Traditional American Chopper. Nah kenapa pilih mesin SnS Panhead tahun muda, kan dia dijual secara aftermarket, nah kalo pakai yang genuine (asli) tahun 1940-1960-an malas sama trouble-nya ketika di jalan,” kata Lufti ketika berbincang dengan kumparan di Surabaya.
Motor dengan gaya American Chopper punya pembeda di bagian tuas kopling. Ya, aliran kustom tersebut biasanya menggunakan tuas kopling model suicide clutch. Modifikasi ini berupa perpindahan posisi tuas kopling ke footpegs menggantikan posisi tuas transmisi pada motor. Namun di Prahara, Lufti tetap mempertahankan posisi dan mekanisme layaknya motor biasa.
“Balik lagi sama tujuannya ingin punya motor yang nyaman ketika dipakai. Kondisi jalan di Indonesia, menurut saya enggak bisa diterapkan model suicide clutch. Kemarin saya main ke Amerika, memang jalannya bagus dan dominan lurus. Jadi baru tau kalau di Amerika bikin seperti itu karena memang jalannya memadai,” lanjutnya.
Secara total, tampilannya memang kental dengan nuansa klasik. Apalagi pemilihan mesin SnS Panhead semakin menyisipkan aura motor tahun 40-60an. Yang tak kalah menarik adalah leburan warna dari motor ini. Ya, meski hanya menampilkan visual satu warna saja, gradasi hijau bunglonnya dijamin melirik setiap mata.
Sang builder Yayak bercerita, awalnya permintaan dan projek untuk motor ini adalah sebagai kebutuhan pemakaian harian dan bukan untuk kontes. Lucunya, Lufti baru mengabari builder ketika motor sudah disandang sebagai juara.
“Aku merasa dibohongi saja sama Lufti, jadi waktu itu dia minta dibikinin motor untuk harian. Kebetulan dia memang sudah beberapa kali bikin motor di aku. Nah untuk Prahara ini dia minta dibuatin motor yang bisa dipakai harian, enggak macet tapi look mesinnya tua . Tiba-tiba dia ngabarin kalau motornya menang, jadi aku enggak tau kalau ternyata motor itu menang,” ceritanya sembari bergurau ketika dihubungi kumparan.
Sementara itu, untuk proses penggarapan dilakukan selama 2,5 bulan dengan proses kustomisasi lewat tangan Yayak sendiri. Sedangkan untuk detail pengecatan ia percayakan kepada rekannya, Bronx Kustom Paint.
“Hampir semua bagiannya kustom, kira-kira 85 persen lah. Malah untuk rangkanya pakai rangka asli dari Harley Davidson,” terangnya.
Karena memang spesialis chopper, Yayak mengaku tak mengalami kendala saat proses penggarapan. Hanya saja, dirinya menyebut sedikit sulit menyatukan persepsi dan pandangan yang berbeda antara owner dan builder.
“Pengerjaan paling sulit sebenarnya enggak ada, sulitnya lebih ke brainstorming antara Lufti dan akunya. Kalau masalah eksekusi motornya karena memang sudah agama aku chopper, jadi sudah diluar kepala untuk bangunnya. Iya itu, susahnya nyatukan visi dan misi mau kemana arahnya ini motor,” paparnya.
Sudah jadi tradisi, setiap motor kustom punya nama yang unik dan mewakili sang owner. Nah, motor yang bakal diadu kembali di ajang final SML di Jakarta 23 November ini diberi nama ‘Prahara’. Lufti menjelaskan nama tersebut dipilih sebagai gambaran dari perjalanan hidupnya.
“Singkatnya punya arti trouble maker lah. Ya menceritakan soal lika-liku kehidupan,” katanya sambil tertawa.
Detail kustom dan gallery foto:
Sasis: Harley Davidson V-twin Hydraglide Bootle Neck
Mesin: SnS Panhead 1200 cc, 74 CI
Velg depan: 21x185
Velg belakang: 18x250
Ban depan: Firestone 21-300
Ban belakang: Firestone Military 18-450
Suspensi depan: VL Springer
Suspensi belakang: Rigid
Knalpot: Custom by Queenlekha Choppers
Body work: Custom by Queenlekha Choppers
Body painting: Bronx Kustom Paint
Jok: Custom by Anto Seat
Footpegs: Custom by Queenlekha Choppers
Setang: Custom by Queenlekha Choppers
Lampu depan: Custom by Queenlekha Choppers
Lampu belakang: V-twin
Tromol depan: Drumbrake custom by Queenlekha Choppers
Tromol belakang Drumbrake custom by Queenlekha Choppers

