Produksi Truk Fuso Turun, Imbas Lesunya Pasar Kendaraan Niaga

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pabrik PT Krama Yudha Ratu Motor (KRM) sebagai fasilitas perakitan Mitsubishi Fuso di Cakung, Jakarta Timur, Rabu (12/11/2025). Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pabrik PT Krama Yudha Ratu Motor (KRM) sebagai fasilitas perakitan Mitsubishi Fuso di Cakung, Jakarta Timur, Rabu (12/11/2025). Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

PT Krama Yudha Ratu Motor (KRM) sebagai fasilitas produksi truk Mitsubishi Fuso punya langkah tegas untuk menghindari pemutusan hak kerja (PHK) imbas performa industri otomotif yang masih melambat.

Presiden Direktur PT KRM, Duljatmono mengatakan, aktivitas operasional pabrik KRM bersifat adaptif. Jika permintaan naik, maka utilisasi produksi ditambah, begitu pula sebaliknya.

“Kami fleksibel (produksi). Jadi pabrik kami efisien dengan single line. Tapi daily operation-nya bisa di-set secara fleksibel sesuai volume demand kendaraan,” kata Duljatmono di Cakung, Jakarta Timur, Rabu (12/11/2025).

Adapun kapasitas produksi per tahun pabrik KRM mencapai 60 ribu unit. Namun, saat ini utilisasinya memang ada pengurangan, dengan hanya memproduksi 15 unit per jam. Sementara, sejatinya bisa ditambah hingga 20 unit per jam.

Pabrik PT Krama Yudha Ratu Motor (KRM) sebagai fasilitas perakitan Mitsubishi Fuso di Cakung, Jakarta Timur, Rabu (12/11/2025). Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

Aktivitas pabrik yang memproduksi Mitsubishi Fuso Canter dan Mitsubishi Fuso Fighter X ini hanya memberlakukan satu shift saja. Padahal, sebelumnya bisa mempekerjakan dua shift dalam satu hari.

“Kapasitas KRM itu 60 ribu unit per tahun dengan satu shift. Kalau dua shift kira-kira 110 ribu unit. Utilisasi sekarang sesuai dengan demand saat ini, kira-kira 25 ribu unit per tahun untuk satu shift, kalau dua shift sekitar 40 ribu unit,” jelasnya.

Kendati ada pengurangan jam kerja, pria yang akrab disapa Momon itu memastikan tidak ada PHK, meskipun terjadi penyesuaian pekerja dari perusahaan alih daya atau outsource.

Fuso Canter Bus. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

“Pengurangan ada, tapi karena kami ada 2 tim pekerja yaitu reguler atau tetap dan non-reguler atau outsourcing. Nah, outsourcing ini yang adaptif terhadap kebutuhan kapasitas tadi,” ungkapnya.

Saat ini, PT KRM memiliki lebih dari 500 sumber daya manusia (SDM). Adapun komposisi antara dua tipe tenaga kerja tersebut berada di angka 55 persen tetap dan 45 persen alih daya.

“Komposisinya 55 persen tetap, yang tidak tetap 45 persen. Itu yang saya maksud fleksibel sesuai permintaan,” pungkasnya.

Pabrik PT Krama Yudha Ratu Motor (KRM) sebagai fasilitas perakitan Mitsubishi Fuso di Cakung, Jakarta Timur, Rabu (12/11/2025). Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

Sekilas PT KRM

PT Krama Yudha Ratu Motor (KRM) berdiri pada 1973 sebagai pusat perakitan Mitsubishi Fuso di Indonesia.

Pada proses produksi Mitsubishi Fuso, KTB turut bekerja sama dengan 100 perusahaan rantai pasok komponen. Kemitraan tersebut pun bukan sekadar investasi modal, melainkan juga transfer teknologi dan pengetahuan.

Berbagai model lahir di pabrik KRM, mulai dari era Mitsubishi Colt Diesel hingga bertransformasi menjadi Mitsubishi Fuso Canter di segmen Light Duty Truck (LDT). Selain itu, ada juga Mitsubishi Fuso Fighter X sebagai andalan untuk kelas Medium Duty Truck (MDT).