Proton Tak Lagi Jualan di RI, Bengkel Ini Justru Kebanjiran 100 Mobil per Bulan

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Proton Savvy. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Proton Savvy. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Mobil Proton sudah tidak dijual di Indonesia sejak 2019. Di sisi lain, mobil besutan Malaysia tersebut ternyata masih digunakan oleh sejumlah pemiliknya sampai sekarang. Kondisi ini membuat kebutuhan perawatan tetap ada dan turut menghidupkan bisnis bengkel spesialis Proton hingga kebanjiran permintaan servis.

Hal itu dirasakan Kemal, pemilik Bengkel Proton Center Jatiasih. Ia mengatakan bahwa masih banyak pemilik Proton yang mempertahankan kendaraannya dan datang ke bengkel. Jumlah kunjungan pun bisa meningkat pada hari-hari tertentu, terutama menjelang libur panjang.

"Saya biasanya ngitung yang datang itu per bulan, jumlahnya bisa 100 mobil. Kalau hari biasa ya gini sepi satu atau dua mobil saja, cuma kalau hari Minggu itu bisa sampai 15 mobil saya terima," ungkapnya kepada kumparan saat ditemui di Bekasi, Jawa Barat, Senin (31/8).

Proses servis mobil Proton di Bengkel Proton Center Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Kemal mengatakan, model Exora menjadi yang paling sering datang ke bengkel. Menurutnya, hal tersebut tidak terlepas dari karakter Exora sebagai mobil MPV yang dulu bersaing dengan Toyota Innova. Kebutuhan masyarakat terhadap mobil berkapasitas besar membuat Exora masih dipertahankan oleh sejumlah pemiliknya.

Ia menuturkan, pemilik Proton yang datang ke bengkelnya umumnya melakukan servis rutin. Perawatan tersebut menjadi kebutuhan utama karena sebagian besar mobil Proton yang masih digunakan saat ini sudah berusia cukup tua.

"Hampir semua model pernah saya tangani, seperti Exora, Saga, Savvy, Wira, Waja, Gen 2, Persona, Satria Neo, Preve, dan Suprima S. Ada juga model Arena pernah masuk 200 unit, dulu itu konsumsi untuk Australia, jarang banget di sini," terangnya.

Kemal bilang, ketersediaan suku cadang Proton hingga kini masih cukup mudah ditemukan. Sebagian komponen didatangkan dari Malaysia, sementara lainnya bisa diperoleh dari toko onderdil di Jakarta.

Proton Persona. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Adapun, opsi spare part di bengkelnya terbilang cukup lengkap. Mulai dari komponen yang cepat aus, onderdil genuine parts, komponen replika, sampai barang substitusi dari merek Jepang dan Prancis sesuai permintaan konsumen.

"Konsumen yang datang hampir se-Indonesia. Ada yang dari Makassar, Manado, Medan dan mereka biasanya ada kunjungan kerja, jadi sekalian servis di sini," tambahnya.

Bengkel Proton Center Jatiasih sendiri berdiri pada tahun 2017. Kemal lebih dulu bekerja di jaringan Proton Indonesia sejak tahun 2008, termasuk sebagai mekanik hingga tahun 2012. Setelah itu, ia melanjutkan pekerjaannya di layanan home service emergency 24 jam Proton sebelum akhirnya membuka bengkel pribadi.