Rating Aplikasi Samsat Digital Signal Rendah, Korlantas: Bisa Kami Drop

25 Agustus 2021 15:22
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
BPKB dan STNK baru dari Samsat Keliling. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
BPKB dan STNK baru dari Samsat Keliling. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Aplikasi samsat digital Signal kini sudah bisa dimanfaatkan masyarakat. Ini makin memudahkan, bayar pajak kendaraan bermotor kini bisa dilakukan dari rumah saja.
Selayaknya aplikasi pada umumnya, Signal masih ada kelebihan dan kekurangan. Pihak Korlantas mengakui itu, dan bertekad untuk terus memngembangkannya.
Namun Kasubdit STNK Ditregident Korlantas Polri Komisaris Besar Polisi M. Taslim Chairuddin sangat menyayangkan, rating penilaian aplikasi Signal oleh pengguna Signal
Semula rating di Google Play Store mencapai 5.0, saat ini hanya bertahan di 3.1. Bahkan saat kumparan coba memantaunya, ada di posisi 2.6.
"Ini sangat merisaukan kami, bukan karena kami butuh pujian. Tetapi rating ini mempengaruhi penilaian Google Play Store terhadap aplikasi Signal," ucapnya dalam keterangan yang diterima kumparan, Senin (25/8).
Taslim mengevaluasi, rating disebabkan pengguna yang gagal akan berteriak kencang, sementara mereka yang berhasil hanya diam.
Seakan ini semua sudah menjadi kewajaran, atau dengan istilah lain terjadi majority silent.
Rating samsat digital Signal Korlantas Polri rendah di Google Play Store. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Rating samsat digital Signal Korlantas Polri rendah di Google Play Store. Foto: Dok. Istimewa
"Kami sangat berharap Kerjasama dari para pengguna, untuk mendapatkan dukungan para pihak termasuk political-will pimpinan, untuk terus mengembangkan sistem layanan yang dapat memudahkan masyarakat," tutur Taslim.

Aplikasi Signal akan di-drop

Kedepannya, kata Taslim, jika masyarakat memandang aplikasi ini tidak penting dan tidak perlu ada, maka pihaknya akan menghentikan pengembangan.
"Atau sekalian aplikasi yang ada kami drop saja, dan mungkin ada pihak lain yang bersedia membangun kembali, layaknya dropnya aplikasi Samolnas," tuturnya.
Taslim menegaskan, ini bukan bentuk putus asa tetapi lebih kepada berpikir secara realistis dan rasional.
Aplikasi samsat digital Signal sudah bisa digunakan, untuk bayar pajak kendaraan bermotor (PKB). Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO
zoom-in-whitePerbesar
Aplikasi samsat digital Signal sudah bisa digunakan, untuk bayar pajak kendaraan bermotor (PKB). Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO
"Ya jika manfaatnya bisa dirasakan, kita teruskan dan kembangkan. Namun jika tidak ada lebih baik kita kerjakan yang lain dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ungkap Taslim.

Tingkat kegagalan kecil

Berdasarkan hasil evaluasi sampai dengan tgl 13 Agustus 2021, ada total 36.531 pengunguh, dan yang mendaftarkan kendaraan sebanyak 18.860 orang.
Total yang bertransaksi dan berhasil sampai dengan pembayaran 5.131 orang dengan nilai PKB Rp 6.927.823.956, dan SWDKLLJ Rp 403.544.500. Lengkapnya sebagaimana tabel berikut.
Data transaksi samsat digital Signal Korlantas Polri per 13 Agustus 2021. Foto: Korlantas Polri
zoom-in-whitePerbesar
Data transaksi samsat digital Signal Korlantas Polri per 13 Agustus 2021. Foto: Korlantas Polri
Dari data juga tampak, kalau kegagalan transaksi sendiri persentasenya terbilang kecil.
"Meskipun tingkat kegagalan jauh lebih rendah dibandingkan keberhasilan, namun kami tetap konsen dan menjadi pemikiran serta atensi untuk dibenahi dan dicarikan solusinya," katanya.
Pun dengan penyebab kegagalan sendiri, bukan sepenuhnya karena faktor aplikasi, tapi kegagalan pengguna mengoperasikan aplikasi Signal.