kumparan
19 Januari 2020 15:12

Referensi Modifikasi dari 5 Jawara Kontes Modifikasi Yamaha

Yamaha CustomMaxi x Heritage Built
Para pemenang kelas Master Yamaha Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Semi final kontes modifikasi Yamaha CustomMaxi x Heritage Built mencapai puncaknya Sabtu (18/1) di pelataran Koma Junkyard, Bekasi, Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
"Point dari penilaian kontes ini kita melihat dari ide, inovasi, tingkat kesulitan, harmonisasi, dan yang terakhir adalah finishing. Kemudian kita melihat dari komponen yang dipasang harus fungsional," kata Dimas Pradopo salah satu juri CustomMaxi x Heritage Built Bekasi.
Dalam rangkaian acara pamungkas akan didapatkan lima kategori motor terbaik di masing-masing kelasnya.
Yamaha Aerox
Yamaha CustomMaxi x Heritage Built
Pemenang kelas Master Yamaha Aerox Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Pertama di kelas Aerox, Rifky dari workshop R3 Painting terpilih sebagai pemenangnya. Tampil dengan konsep sporty dan elegan, hasil karyanya mampu menyingkirkan peserta yang lain.
"Lebih ke konsep sporty, tapi saya mainkan di painting biar kelihatan elegan. Terus terang tahun lalu ikut juga, tapi ini mungkin penantian dari satu tahun lalu dan sekarang baru dapat (menang)," kata Rifky kepada kumparan.
ADVERTISEMENT
Ubahannya boleh dibilang ekstrem namun tetap fungsional. Fokusnya ada di bagian kaki-kaki yang menggunakan velg dari Yamaha XMAX.
"Velg (XMAX) kan punya ukuran yang beda depan dan belakang. Rombakan paling susah itu di roda belakang, kita bubut dan belah biar jadi 15 inci kaya yang depan," jelasnya.
Untuk cat, rifky coba bermain dengan sistem pengecatan airbrush, di mana grafisnya seperti memunculkan efek tiga dimensi.
Yamaha NMax
Yamaha CustomMaxi x Heritage Built
Pemenang di kelas Master Yamaha NMax Foto: Bangkit Jaya Puyra/kumparan
Di kategori ini, gelar juara berhasil diboyong Wiryawan, pemilik bengkel modifikasi Fat Motor. Dengan desain yang anti-mainstream, Wiryawan lebih menonjolkan konsep modern di motornya ini.
"Gue coba aplikasikan double disk pakai bracket yang dibuat sendiri manual. Ya selebihnya pakai upside down dan komponen yang kita cocokin sama konsepnya," ucapnya.
ADVERTISEMENT
Ubahan siginifikannya ada di bagian lengan ayun, yang dibuat manual bergaya banana arm. Kemudian sudut roda ditarik ke belakang 10 cm biar kesan low ridernya terpancar.
Yamaha Lexi
Yamaha CustomMaxi x Heritage Built
Pemenang kelas Master Yamaha Lexi Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Wiryawan dari Fat Motor juga menyabet gelar juara di kelas ini. Didominasi kelir hitam dengan livery Yamaha Racing Sky, garapannya ini sukses merebut hati para juri.
"Ini lebih ke konsep racing, kami pakai konsep Valentino Rossi Tim Sky di MotoGP," katanya.
Yamaha CustomMaxi x Heritage Built
Pemenang kelas Master Yamaha Lexi Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Fokus ubahannya ada di sektor kaki-kaki, Wirayawan coba gunakan velg Yamaha Aerox yang punya model lebih sporty. Kemudian memundurkan roda 10 cm, dan penggunaan swing arm berbahan alumunium buatannya sendiri.
Yamaha XMAX
Yamaha CustomMaxi x Heritage Built
Pemenang kelas Master Yamaha XMAX Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Kelas tertinggi dari keluarga MAXI lagi-lagi diboyong Wiryawan. Yamaha XMAX nya didaulat jadi motor terbaik gelaran seri Bekasi. Memadukan konsep tokoh fiksi 'Gundam Sinanju', kelir warna merahnya memang menyita perhatian.
ADVERTISEMENT
"Suka sama konsepnya karena pas sama suspensi, arm, dan part yang saya bikin sendiri. Sudah ada ekspetasi menang sih," jelasnya.
Yamaha CustomMaxi x Heritage Built
Modifikasi Yamaha XMAX. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Sama seperti yang lain, ubahannya besar ada di bagian kaki-kaki seperti swing arm yang dibuat menjadi model banana. Selebihnya penggunaan komponen racing seperti knalpot dan stabilizer.
Di partai final, motor ini akan dapat sedikit ubahan. Wiryawan mengaku akan menggunakan air suspension, dimana suspensi bisa diatur seusai kebutuhan dengan bantuan angin.
Yamaha XSR155
Yamaha CustomMaxi x Heritage Built
Pemenang di kelas Master Yamaha XSR155 Foto: Bangkit Jaya Puyra/kumparan
Wiryawan nampaknya mendominasi kompetisi kali ini. Iya dirinya menerima gelar terbaik di kelas XSR155. Meski jumlah peserta sedikit, ia berharap ke depan kelas motor ini bakal seramai model Yamaha yang lainnya.
"Saya ubah livery-nya menggunakan Yamaha Anniversary 40 tahun. Beberpa part saya pakai bahan kustom alumunium buatan sendiri," katanya.
Yamaha CustomMaxi x Heritage Built
Pemenang di kelas Master Yamaha XSR155 Foto: Bangkit Jaya Puyra/kumparan
Sesuai temanya, di tahun ini panitia coba membuka kelas Yamaha XSR155, yang berarti tak hanya fokus pada motor matik Maxi saja.
ADVERTISEMENT
Dari kelima motor tersebut, mana yang paling Anda suka? tulis di kolom komentar.